Posts Tagged ‘Thoughts

29
Oct

Does love need reasons?

Does love need reasons?

If so, what about if all the reasons that made you fall in love with him/her suddenly disappeared? What about if all the reasons that you’ve got is gone? Or if it is eventually fade away? Will you still love him/her?

.

So, love doesn’t need reasons?

Maybe. But if so, what things would you hold on to, if something went wrong along the way, or when you’re not so sure about your feeling to him/her anymore. If you have the reasons, you’ll remember how and why you’re falling for him/her, so it will be the reminder why you held on for so long in the first place, when you feel like giving up.

.

So what do you think, does it or doesn’t it?

20
Oct

:: Being Human ::

Dalam hidup ini, banyak hal yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan kita. Sebagai satu2nya makhluk yang dikasih free will oleh Allah, kita harusnya tau klo kita itu bisa bertindak dan berpikir sesuka hati kita. Begitu pula dengan seluruh manusia lain selain kita.

.

Karena itu, harusnya kita tau, klo setiap orang itu punya mindset yang berbeda2, cara berpikirnya beda. Pun ketika pengambilan perspektif dalam memandang suatu hal. Every single thing in this life can be looked up from different perspectives, it depends from which side do you want to see it.

.

Hidup ini seperti puzzle, kita ga bisa ngeliat the bigger picture-nya cuma dari kepingan puzzle satu2, harus liat the whole picture untuk tau what it is all about. Masalahnya adalah, ya itu tadi, hidup ini seperti kepingan puzzle, kita ga bisa liat the whole picture-nya langsung.

.

Susahnya jadi manusia, klo dia udah menetapkan mind set-nya, ya udah, apa2 yang beda dari mind set-nya adalah salah. Orang yang beda cara berpikirnya dari dia adalah musuh, kita udah pasti yang bener.

.

Coz terkadang, people just wanna see what their eyes wanna see, memandang suatu hal dari satu sisi aja, tanpa mau ngeliat dari perspektif lain. Contohnya aja, all the villains are evil. Penjahat ya penjahat. Ga ada yang pernah mau tau, alesan kenapa mereka melakukan itu?

.

Seharusnya, ketika kita sedang ngobrol, atau berdiskusi, dan berinteraksi dengan orang lain, ketika kita udah menetapkan which side we choose, okay, take our stance, BUT, free and open up our mind, kita harus terima pendapat orang lain, karena belom tentu kita itu benar. Terima aja argumen yang berbeda sama kita, karena mungkin mereka benar, mungkin kita salah. ATAU mungkin juga kita benar, mereka salah. ATAU mungkin kita sama2 benar, tetapi beda perspektif. ATAU kita sama2 salah. Kita ga perlu setuju dengan mereka, itu terserah, itu hak kita, yang penting dengerin dulu apa kata mereka, coz mereka juga punya basis dalam omongan mereka, sisi yang mungkin tidak kita lihat.

.

What’s good of being human is that we have those differences. Well, sekali lagi, it depends, kita mau melihat perbedaan itu gimana, either it is more blessing than curse, or vise versa.

.

Menurut gwe, perbedaan itu lah yang akhirnya membuat suatu perubahan, karena dengan adanya perbedaan, berarti kepingan2 puzzle itu akhirnya tersusun, dan memperlihatkan the bigger picture-nya.

.

Sayangnya, sekali lagi, manusia itu memang terlahir egois dan keras kepala, mau menang sendiri dan merasa benar terus, ga menyadari kalo kita ini makhluk sosial, yang harus hidup bersama2, ga bisa hidup sendirian, tetep aja susah untuk memandang suatu hal secara objektif.

.

Coba deh, jadi manusia yang bijak, coz a wise person knows that there is something to be learned from everyone.

.

Coba juga untuk jadi manusia dewasa, yang tau klo kita ini ga bisa memaksa orang lain untuk selalu setuju dengan kita, karena emang setiap manusia itu berbeda. Kita ga bisa maksa orang dewasa lain untuk melakukan sesuatu yang dia ga mau, untuk ikut menyukai apa yang kita sukain, atau untuk berpikir sama seperti kita.

.

Walau susah, dan emang harus diakui, mengubah diri sendiri itu susah, sometimes we’re our own worst enemy, but still, you’ve got to try, becoz as a human, we can change ourselves.

.

Selamat menikmati perbedaan!

.

Well, buat penutup, gwe ambil postingan [NOT] WYSIWYG dari blog gwe.

.
Tidak semua yang kamu lihat itu benar, dan tidak semua yang tidak terlihat itu tidak ada.
Terkadang, kita hanya melihat apa yang terlihat saja.
Terkadang, kita hanya mau melihat apa yang kita mau lihat.
Sering kali, kita tidak mau berusaha untuk melihat apa yang tidak terlihat.
Sering kali, kita sengaja tidak mau mencari dan melihat apa yang tidak terlihat.
Padahal sering kali, apa yang kita lihat itu tidak benar.
Padahal, sering kali, kebenaran itu tidak terlihat.
Padahal, sering kali, sesuatu yang penting itu tidak terlihat.
Tolong, kamu lihat lagi lebih dalam, see beyond the underneath, will you?

14
Dec

The Future isn’t Written in the Stone Yet !

Yesterday, I was blog-walking and ended up in Datie’s Blog. I found out a quite interesting post, about predicting the future. Just a day before, Chyntya was asked me about those kind of things too, future-and-believe-in-prophecy’s-thingy, and about a week ago, I was chatting with Dini, and she wished that she had a power to know what the future likes.

Well, I know some people that wishes the same thing, having a power to know the future. I couldn’t help but wonder, why would they wanted those kind of things?

What’s the fun of life if the future is predictable? Coz life will just be a straight-plain-ol’ another Monday then.

Besides, I believe that there’s no such things called prophecy, second-sight, divination, or whatever it called, coz our future isn’t written in the stone yet. How could we supposed to know when it’s not written yet?

The future is not something definite, something that certainly will happen, it is more likely adapting, based on our reaction to challenges in life.

Well, in my opinion, our life is split into two, fate and destiny. Destiny is something that we can change, while fate is something that we can’t avoided no matter what. But, no worries, most of it are destinies, though. =)

I’m always wondering, that maybe, in this life, God is playing chess with us. He makes moves in our life, and then sits back to see how we react toward the challenges.

It’s the beauty of being human, really, that we are the only creature that given a “free will” by God, so that we have options, we can choose how to react.

After choosing our step, again, God will make another move, this time based on our reaction, just like playing chess.

Thats likely a destiny is, we can choose our own path of life, which steps we would like to take, in order to answer the challenges given by God.

BUT, you have to remember, no matter how’d you reacted, there’s always a fate along the way.

Maybe the paths are different, but wherever steps we took, whatever paths we chose, sometimes, it will ended up in the same way, um, for example, your pawns will be dead.

So, just be sure that we make our best moves before the checkmate comes. =)

24
Sep

[Not] WYSIWYG

Tidak semua yang kamu lihat itu benar, dan tidak semua yang tidak terlihat itu tidak ada.
Terkadang, kita hanya melihat apa yang terlihat saja.
Terkadang, kita hanya mau melihat apa yang kita mau lihat.

Sering kali, kita tidak mau berusaha untuk melihat apa yang tidak terlihat.
Sering kali, kita sengaja tidak mau mencari dan melihat apa yang tidak terlihat.

Padahal sering kali, apa yang kita lihat itu tidak benar.
Padahal, sering kali, kebenaran itu tidak terlihat.
Padahal, sering kali, sesuatu yang penting itu tidak terlihat.

Tolong, kamu lihat lagi lebih dalam, see beyond the underneath, will you?

Nanti kalau kamu sudah mendapatkan jawabannya, tolong beritahu aku ya.
19
Sep

.. Quote Hari Inih ..

… dan jangan lah sekali-kali kebencian kamu terhadap sesuatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil …
[quote from QS : Al-Maaidah, 8]

~~~
Menilai sesuatu secara objektif [adil] itu susah lho, tapi itu penting banget. Jangan pernah berhenti berusaha untuk mencoba yaa..

31
Aug

Your love alone is not enough. Is it?

Klo kata Manic Street Preachers ma Nina Persson sih begituh. Kata Chyntya juga gituh. Klo tambahan “is it?” itu kata gwe, hehe..

Entah yang gwe maksud dan dimaksud ma Manic Street Preachers sama atau ngga,, :D

Abisan ambigu sih, antara “your love alone is not enough” dalam konteks relationship antara 2 orang ajah, atau “your love alone is not enough” to save the world, which is maksudnya membutuhkan cinta dari semua orang ke sesama manusia untuk mewujudkan “the better world” *aah, apa sih gwe?* Intinya cuma mau bilang, klo yang gwe maksud adalah kasus “your love alone is not enough” yang pertama.

Pertama, sebelum bahas itu, mari kita bahas dulu pertanyaan yang sebenernya udah sering banget dibahas, gwe sering banget ditanyain pertanyaan inih, bahkan waktu di ospek pun senior gwe nanyain *gara2 apaan ya waktu itu? Mungkin dia naksir gwe kali,,* *lah, dia jadi gila sendiri, PD bin ajaib*

Oh iya, pertanyaannya adalah, “mendingan manah, mencintai atau dicintai?”

Jawaban ga pake mikir atau jomblo kronis adalah, *ga sampe 5 detik, dia jawab* ya jelas aja dicintai. Masuk golongan itu? :D Klo lo jawabnya lebih dari 5 detik, berarti lo pake mikir dulu, dan emang “dicintai” adalah jawaban pilihan lo.

Jawaban gwe selalu sama dari pertama kali gwe ditanyain pertanyaan ini, dari jaman kuda gigit kuda *ini terjadi sebelum jaman kuda gigit besi, jauh sebelum kuda makan rumput*, gwe milih mencintai.

Kenapa?

Ya jawabannya gampang aja, karena mencintai orang itu gampang. :D

To love people is to show them that you love them. It’s that simple.

Bener kan? Tinggal tunjukin aja klo lo mencintai orang ituh, dan masalahnya selesai.

Ngga segampang itu? Yah, itu mah elo-nya aja yang membuatnya jadi rumit. Apa masalahnya dari mencintai orang? Dia ga membalas cinta lo? Ya emangnya kenapa? Yang namanya mencintai orang itu, ya elo mencintai orang itu, despite dari dia mencintai lo balik atau ngga. Boleh2 aja lo berharap dan berusaha untuk membuat dia mencintai lo juga, tapi, itu kan bukan berarti klo dia ga membalas cinta lo, lo jadi ga mencintai dia kan? Kan?

Iya dong, gwe bener. Gwe kan OK. *komentar yang bikin ilfil*

Selama lo udah ngasih tau dia bahwa cinta lo “ada”, dan selama dia ga kabur melarikan diri dari lo, selama dia baik2 jadi temen lo walau tau lo mencintai dia, tapi dia ga membalas cinta lo, itu ga masalah, bukan? Dan juga ga ada yang salah, namanya juga mencintai orang, yang ga bisa dipaksa, abisan lawan berantemnya hati sih, hehe..

Mengutip dari blog Datie :

Mungkin karena balik lagi ke teori cinta ga bisa milih..kaya’ lagi jalan2 dan cuci mata terus tiba-tiba melihat barang bagus, terkadang kita sebenernya “ngeh” kalau kita baru saja bertemu “barang bagus” dengan semua kualitas yang sebenarnya bisa membuat semua-nya “jadi”…cuma terkadang  d**mn ( ^_^ maaf buat kata-kata saya ) kok menunggu bunyi “click”-nya terasa lama? atau
bahkan engga pernah terdengar sama sekali walaupun sudah berusaha?

dan mungkin sempat bertanya-tanya ” what’s wrong with this heart of mine?” giliran hati dan insting-nya bilang ada yang “worth to fight for” terkadang malah feeling-nya ngga’ main,,giliran yang jelas - jelas punya potensi dasar buat “bermasalah” terkadang malah menarik-narik unconsciousness will to have something called happiness..sayang-nya lagi ngga ada petunjuk pasti, sekolah khusus  atau semacam short course yang bisa mengajari kita yang ini belajar bagaimana mencintai this “worth” one :) if there’s one..i’ll take the next opening class..ha3

Biarpun ada yang percaya kesabaran dan kemauan yang keras buat mendapatkan sesuatu pasti akan ada hasil-nya, walaupun mungkin membutuhkan banyak waktu dan ke-ikhlasan menjalani-nya…well, have yourself a decision, or a try…
karena Agnes aja bilang, kalo ngomongin cinta kadang logika engga’ bisa masuk ;)

*mau ikuut juga dong, Dat, hehe.. Ntar lah kita yang buka kelas itu klo kita udah expert, kita jadi teachernya, ahahaha*

Eh itu tadi cuma mau mengilustrasikan klo kita ga bisa menang berantem ma hati, jadi ya sudah lah.. Klo dia ga membalas cinta lo, tapi ga bermasalah dengan menerima cinta lo *maksudnya gapapa, jadi temen aja*, ya udah, jadi temen aja,, toh, dengan jadi temen, lo masih bisa tetep mencintai dia, kan? Walau ga pake berharap jadi pasangan dia. Ga harus jadi pacar dia kok untuk mencintai dia, apa bahasanya ya, um, to shower them with your love, *entah kenapa inget Boys II Men* *bener ga ya mereka yang nyanyi?* selama lo ngasih tau lo mencintai dia, dan dia fine2 aja dengan itu, what’s the problem then?

Nah, masalahnya baru muncul klo dia emang ga mau menerima cinta lo, which means, untuk jadi temen pun dia ogah.

Waah, klo ini terjadi, berarti ada yang salah, bisa salah lo atau salah dia. Salah elo kalo you show them you love them in the wrong way, mungkin lo terlalu agresif sampe dia takut :D, mungkin lo punya cara extrim dan aneh untuk menunjukkan you love them, yang dia ga familiar, sehingga menganggap lo aneh,hehe. Selain itu, kalo lo normal2 aja menunjukkan cinta lo *dalam bentuk perhatian*, dan dia ga mau menerima cinta lo, ya nasib, itu salah dia,,
Mungkin dia ga mencintai lo balik dan ga mau ngasih harapan, mungkin dia not-straight, dan banyak alesan lain yang kita ga pernah tau.. Apa pun itu, dia yang rugi kok, it’s their loss. Klo emang dia ga mau menerima cinta lo, it simply tell that they’re not worth to be loved.

Nah, mari sekarang kita berpindah ke dicintai.

Kenapa gwe ga memilih dicintai? Ooh, kalo2 lo ga tau, dicintai orang, atau menghadapi orang yang mencintai lo itu rumit lho! Ga gampang sama sekali, kecuali klo dicintai sama orang yang kita cintai, itu mah ga masalah.

Masalahnya adalah, klo lo dicintai oleh orang yang ga lo cintai, wah, ini nih yang susah. Bukannya ga bersyukur ada yang mencintai kita, tapi balik lagi ke masalah hati, kita ga bisa sembarangan mencintai balik orang itu.

Di situasi seperti inih, kayanya apa pun tindakan lo, jadi serba salah. Mau baik2 ke dia, ntar disalah-artikan sama dia, dikira memberi P3 [Promise-Promise Paradise] alias janji2 surga, padahal kan maksud kita ga gituh, cuma mau berterima kasih aja ke dia udah mau mencintai kita, dan yah, ber-baik2, karena emang kita harus baik ke semua orang, kan?

Nah, sebaliknya klo bersikap ga baik ke dia, salah juga. Dikira sombong lah, belagu lah, sok kecakepan lah, apa lah itu, pokoknya pasti dikira yang ngga2.. padahal kan maksud hati cuma mau ngasih sinyal2 klo kita ga mencintai dia balik, klo jadi temen aja gapapa kok.

See? Dicintai itu ga segampang ituh.

Tapi itu masalah gwe dulu, klo boleh sombong, saking seringnya menghadapi situasi itu, *ini mah bukan minta ijin “kalo boleh sombong”, tapi emang “mau sombong”, ahaha* sekarang gwe udah punya solusi untuk menghadapi situasi itu.. :D

Klo gwe sih ya, gwe tetep bakalan bersikap baik2 ke mereka, bahkan gwe sangat seperti memberi harapan ke mereka, dengan sering ngajak jalan bareng, hehe. Yaah, terserah mereka mau mengartikan gimana, gwe cuma mau adil kok, gwe bersikap baik ke semua orang.. Klo ke semua orang aja, kita baik, terlebih lagi harusnya ke orang yang mencintai kita, kan?

Terlepas dari mereka salah mengerti maksud gwe, itu urusan mereka. Bukannya gwe ga bertanggungjawab ya, hehe. Tapi kan emang begitu adanya.. sampe mereka menyatakan bahwa dia mencintai gwe, baru bakal gwe bilangin, “I love you but I’m not in love with you” Ya of corze ga pake kata2 itu, bisa ga ngerti dan jadi panjang urusannya ntar, hehe.. *apa lo juga ga ngerti perbedaan dari “I love you” dan “I’m in love with you”?* Nasib deh klo ga ngerti, kira2 aja sendiri, males ngejelasin.. huhuhu..

Untungnya sih gwe cowo, jadi ga terlalu sering menghadapi situasi penembakan seperti itu, hehe.. buat cewe2, ya nasib deh, sering2 aja latihan untuk menolak orang, ahahaha..

Tapi biasanya sih para penggebet gwe *tsah, sok laku banget ai*, udah tau klo emang gwe berbaik2 ke mereka emang karena it’s my nature to act like that, jadi mereka juga ga ngarep kayanya.. *iya kan? Hayo para penggebet gwe, dijawab dong :D* Lagian, biasanya sih mereka udah tau gwe off-market *walau ga officially, gwe sendiri yang menutup hati gwe, walau ga tau apakah gwe menyimpannya untuk orang yang tepat*, jadi kalo mereka masih tetep nekad naksir gwe, ya udah, keep on hoping aja, sapa tau ternyata gwe menyimpan hati gwe untuk orang yang salah, jadi pada saat itu semua ketauan *gimana cara taunya ya?*, semua orang punya kesempatan yang sama lho untuk mendapatkan gwe, ahahaha.. *najis banget ga sih? *Minta ditonjok!*

Udah ah, udah terjawab kan ya si pertanyaan judul, “your love alone is not enough. Is it?”

Menurut gwe sih, cinta kita sendiri udah cukup kok, asal lo ngasih tau dia aja klo cinta lo ada, jangan kaya Olip. :D

Ending Quote :

.. If you love someone, put their name in a circle instead of a heart, because hearts can break, but circles go on forever ..

09
Aug

.. there’s something about truth ..


Yep, there must be something about it, coz some people are just can’t tell the truth to the one that they care about.


Is it really that hard to tell the truth?
.
Or is it your pride that stand in the way of telling them the truth?
.
Or is it a lack of courage of you?
.
Or is it becoz you are too afraid to know how will they react?


Well, you know something? There are things that you can’t undo by being stubborn about little things. For God sake, could you for once, just be honest to ‘em about your feeling?


To tell them the truth, just will makes you feel way better than before, whatever happen afterwards, rather than you keep the truth for yourself, or you tell ‘em a lie.


Come to think about it.

15
Dec

How to Deal : Guidance thru Life

Assalamu’alaikum wr wb

Waaah, ternyata menulis posting ini membutuhkan waktu lebih lama dari yang gwe perkirakan, hehe.. jadi maap deh agak2 telat [I dunno to whom I apologize actually, huhu].

*Sebenernya, emang karena dasar males aja sih menyusun kata-katanya, hehe. Jadi lama deh.*

Kemaren dulu kan udah gwe bilang tuh, klo gwe mau nulis tentang How to Deal : Guidance thru Life. Naah, ini baru jadi rough draftnya.

Here goes..

Lesson I : Life is a matter of  P R E F E R E N C E .

If y’all don’t realized yet, segala sesuatu dalam hidup ini ada kadarnya. Segala rasa yang kita rasain, entah itu rasa sayang, rasa senang, rasa marah, juga rasa sedih dan rasa marah. Dan kadar itu, membentuk preferences kita.

Kita lebih menyukai “A” dibandingkan “B”, dan lebih tidak menyukai “X” daripada “Z”.

Ga ada sesuatu apa pun itu yang bersifat absolut, selalu aja ada kadarnya. Dan, seperti the old saying goes, “people’s change”, jadi kadar itu ga selalu sama, bisa aja naik atau turun, ga pasti. Itu lah, yang nantinya menyebabkan masalah, yaitu perubahan preferences seseorang.

Lesson II : Life is a matter of  C H O I C E .

Nah, berangkat dari preferences tadi itu, muncul lah pilihan. Dan dalam hidup itu, kita harus selalu memilih, apa pun yang akan kita lakukan, itu adalah pilihan kita.

Dan, sekali lagi, klo lo ga sadar, segala sesuatu dalam hidup ini selalu ada pilihan yang lain, NGGA MUNGKIN ngga. Jadi, jangan percaya klo orang bilang, “gwe melakukan itu karena ga ada pilihan lain..” coz itu ga mungkin.

Apa contohnya?
Lo melakukan hal yang ga sesuai nurani lo karena dipaksa bos? Lo terpaksa melakukannya karena ga ada pilihan lain? Bukannya ada pilihan lain? Untuk tidak melakukannya? Yaah, walaupun lo dipecat karena melakukan itu, tetep ada pilihan lain kan dari hal itu?

Bahkan untuk hidup sendiri itu adalah pilihan, coz ada pilihan lain, yaitu untuk tidak hidup, atau mati. See? Selalu ada pilihan dalam hidup ini. ^_^

Lesson III : Life is a matter of M A K I N G  D E C I S I O N .

Naah, dari pilihan tadi, yang perlu kita lakukan adalah membuat pilihan. Membuat keputusan.

Dan dari semua keputusan yang kita buat itu ada resikonya. Sekali lagi, kembali ke kadar. Ada resiko yang besar dan resiko yang kecil. Resiko ini nih, yang ditakutin oleh orang2. Makanya mereka suka ga berani membuat keputusan. Padahal, resiko itu
kan pasti ada, dan akan selalu ada, even di saat lo memutuskan untuk tidak memutuskan [tidak membuat keputusan maksudnya].

Misalnya lo memilih untuk tidak memilih. Kaya misalnya “golput” klo lagi pemilu. Gwe ga ngerti deh sama mereka, sebagian mereka menjadi golput atau “memilih untuk tidak memilih” dengan alasan takut memilih yang salah, takut merasa berdosa klo ternyata pilihannya salah. Berarti dia mempercayakan pilihannya kepada orang lain? Ew!

Gwe sih ga pernah mau memilih sesuatu dipilihin orang [kecuali kado, hehe].

Klo kata ‘NdiY Rules! No. 737 :

You miss 100% of the shots you don’t take.

Kecenderungan orang, adalah play safe, memilih resiko yang minimal. Resiko itu bukanlah sesuatu yang harus kita takutin kok, coz klo kata ‘NdiY Rules! No.73 :

Every thing we do in life have [a] risk[s], but risks must be taken, for the greatest hazard in life is risking nothing.

Jadi, ga usah takut untuk membuat keputusan. Hidup itu cuma sekali, live your life well, jangan terlalu takut dalam melakukan sesuatu, apalagi takut dengan hal-hal yang belom pasti terjadi [ya kaya si resiko itu, kan belom pasti terjadi kan?]

H O W  T O  D E A L :

Naah, dari teori hidup diatas, terus di bab selanjutnya gwe akan nulis about how to deal.

Guidance umum untuk semua masalah :

Ketika lo menemukan diri lo berada dalam sebuah masalah, hal pertama yang harus lo lakukan adalah jangan menambah masalah. Maksudnya, yaa don’t sweat the small things, jangan membesar2kan masalah lo itu.

Klo kata ‘NdiY Rules! No.137 :

If you find yourself in a hole, the first thing to do is stop digging.

Coz if you keep digging, lo justru malah akan menjerumuskan diri lo sendiri lebih dalam.

Lalu, klo kata ‘NdiY Rules! No.317 :

You don’t drown by falling in water, you drown by staying there.

Begitu lah kira-kira. Jadi, ketika lo menemukan diri lo dalam masalah, fokuskan pikiran dan diri lo BUKAN ke masalah lo itu, melainkan fokus ke pemecahan masalah/jalan keluar dari masalah lo itu.

Ga mungkin kok ada masalah yang ga ada jalan keluarnya, bahkan, ga mungkin cuma satu jalan keluarnya. Coz Tuhan ga pernah menciptakan suatu masalah tanpa menciptakan pilihan jalan keluarnya.

Jadi, berkonsentrasi lah ke pilihan2 jalan keluar dari masalah lo itu. Pikirin dengan baik, setiap kemungkinan dan konsekuensinya.

Boleh lo berpikir dan berusaha sendiri, boleh minta pendapat temen lo atau orang lain, sapa aja yang lo percaya bisa dan mau nolongin lo.

Tapiii, jangan minta pendapat orang klo lo cuma mau nyari pembenaran aja, coz its kinda annoying.

Misalnya gini, lo lagi dalam masalah nih, dan lo sebenernya udah punya pilihan/prefer jalan keluarnya, terus lo nanya orang lain, minta pendapat sebaiknya apa yang harus lo lakukan, tapi sebenernya lo cuma pengen nyari pembenaran atas pilihan lo itu. Klo ntar misalnya orang yang lo tanya ga memberi saran sesuai yang lo mau, lo malah akan protes dan mengarahkan dia ke pilihan lo.

Dont do that. Dont EVER do that.

Klo emang lo udah memilih atau berkecenderungan ke pilihan lo itu, ya udah. Lakukan lah klo emang lo percaya itu pilihan sesuai dengan yang lo mau. Tapi, klo lo masih ragu-ragu dan minta advice ke orang lain, yaa, jangan protes lah klo pilihannya ga sama sama lo, lo jadiin sebagai tambahan bahan pertimbangan lo aja, apakah orang lain itu bener apa ngga. Everybody has different perspectives, rite?

Dan klo lo nyari pendapat objektif, you’ll never find it. Biar pun lo nanya orang yang ga terlibat dalam masalah itu, ga ada orang yang bakal bisa ngasih pendapat objektif. Jadi, dalam setiap keputusan yang kita ambil, pasti selalu ada unsur subjektifnya. Gpp kok emang subjektif.

Terakhir, jangan pernah mengambil keputusan atas saran orang lain. Be on your own. Boleh nanya dan minta advice dari orang2, boleh juga sebagai bahan pertimbangan, tapi, dalam keputusan akhir, lo sendiri yang harus menentukan. Coz that’s your life, dear, lo yang akan menjalani setiap keputusan lo itu, so, you’d better be on your own. Coz lo ga mau kan ntar menyesal karena salah mengambil keputusan yang disarankan orang lain? =)

Seperti kata2 andalan gwe kalo abis ngasih saran ke orang lain, “I can only show you the door. You’re the one who has to walk through it.”

Keren ya?
*Narsis Mode : ON*

Oya, tambahan satu lagi, klo kata Dr. Seuss :

“You have brains in your head. You have feet in your shoes. You can steer youself any direction you choose. You’re on your own. And you know what you know. And YOU are the one who’ll decide where to go..”

Yaa, begitu lah gambaran guidance umumnya. Ntar abis ini, pake contoh2 kasus gitu deh. Ada yang mau menyumbang cerita? Nanya sesuatu gituw ke gwe, kira2 masalah yang sering
terjadi di seputar kehidupan sehari-hari? Yaah, mostly cinta gapapa. Ntar gwe jawab-in, hehehe. Kaya model bukunya Liz&Greg yang I’m Just Not That Into You itu lhoo..

Pfiuh, akhirnya gwe menyelesaikan tulisan gwe ini, hehehe. Udah utang berapa lama tuh gwe? Tuuh Saaan, udah kan? Gwe mah tukang tipu yang menepati tipuan gwe, huahuahua.. Btw,
kemane aje lo ga pernah OL lagi? *lah, jadi ngobrol, hehe*

Yasuw lah, sebelum udahan, gwe mau menyapa Erlina, my little sistah [not a real one =)] dulu aah, gantian, abisan gwe selalu disapa di blog-nya,  hehehe.. Haaiii eR, long time no PM-an nih kita, long time no see juga.. =) Goodluck on everything yap, take a good care of yourself, sist.

“Do what you feel in your heart to be right- for you’ll be criticized anyway. You’ll be damned if you do, and damned if you don’t”- Eleanor Roosevelt




Flash News

Hamdiy is currently listening to :
Ingrid Michaelson - The Way I Am
Depapepe - Ii Hi Datta Ne