Posts Tagged ‘Life

06
Dec

:: Awareness Test ::

Check out this video. :)

Awareness Test !

I just being shown that video by Martin Lindstorm today. He’s a marketing Guru, by the way, and as for my personal comment on him, he really is a whiz as a marketer and a presenter.

*i’d like to give a standing ovation for his presentation*

Well, I love the ending message of the video, isn’t it just so true?

20
Oct

:: Being Human ::

Dalam hidup ini, banyak hal yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan kita. Sebagai satu2nya makhluk yang dikasih free will oleh Allah, kita harusnya tau klo kita itu bisa bertindak dan berpikir sesuka hati kita. Begitu pula dengan seluruh manusia lain selain kita.

.

Karena itu, harusnya kita tau, klo setiap orang itu punya mindset yang berbeda2, cara berpikirnya beda. Pun ketika pengambilan perspektif dalam memandang suatu hal. Every single thing in this life can be looked up from different perspectives, it depends from which side do you want to see it.

.

Hidup ini seperti puzzle, kita ga bisa ngeliat the bigger picture-nya cuma dari kepingan puzzle satu2, harus liat the whole picture untuk tau what it is all about. Masalahnya adalah, ya itu tadi, hidup ini seperti kepingan puzzle, kita ga bisa liat the whole picture-nya langsung.

.

Susahnya jadi manusia, klo dia udah menetapkan mind set-nya, ya udah, apa2 yang beda dari mind set-nya adalah salah. Orang yang beda cara berpikirnya dari dia adalah musuh, kita udah pasti yang bener.

.

Coz terkadang, people just wanna see what their eyes wanna see, memandang suatu hal dari satu sisi aja, tanpa mau ngeliat dari perspektif lain. Contohnya aja, all the villains are evil. Penjahat ya penjahat. Ga ada yang pernah mau tau, alesan kenapa mereka melakukan itu?

.

Seharusnya, ketika kita sedang ngobrol, atau berdiskusi, dan berinteraksi dengan orang lain, ketika kita udah menetapkan which side we choose, okay, take our stance, BUT, free and open up our mind, kita harus terima pendapat orang lain, karena belom tentu kita itu benar. Terima aja argumen yang berbeda sama kita, karena mungkin mereka benar, mungkin kita salah. ATAU mungkin juga kita benar, mereka salah. ATAU mungkin kita sama2 benar, tetapi beda perspektif. ATAU kita sama2 salah. Kita ga perlu setuju dengan mereka, itu terserah, itu hak kita, yang penting dengerin dulu apa kata mereka, coz mereka juga punya basis dalam omongan mereka, sisi yang mungkin tidak kita lihat.

.

What’s good of being human is that we have those differences. Well, sekali lagi, it depends, kita mau melihat perbedaan itu gimana, either it is more blessing than curse, or vise versa.

.

Menurut gwe, perbedaan itu lah yang akhirnya membuat suatu perubahan, karena dengan adanya perbedaan, berarti kepingan2 puzzle itu akhirnya tersusun, dan memperlihatkan the bigger picture-nya.

.

Sayangnya, sekali lagi, manusia itu memang terlahir egois dan keras kepala, mau menang sendiri dan merasa benar terus, ga menyadari kalo kita ini makhluk sosial, yang harus hidup bersama2, ga bisa hidup sendirian, tetep aja susah untuk memandang suatu hal secara objektif.

.

Coba deh, jadi manusia yang bijak, coz a wise person knows that there is something to be learned from everyone.

.

Coba juga untuk jadi manusia dewasa, yang tau klo kita ini ga bisa memaksa orang lain untuk selalu setuju dengan kita, karena emang setiap manusia itu berbeda. Kita ga bisa maksa orang dewasa lain untuk melakukan sesuatu yang dia ga mau, untuk ikut menyukai apa yang kita sukain, atau untuk berpikir sama seperti kita.

.

Walau susah, dan emang harus diakui, mengubah diri sendiri itu susah, sometimes we’re our own worst enemy, but still, you’ve got to try, becoz as a human, we can change ourselves.

.

Selamat menikmati perbedaan!

.

Well, buat penutup, gwe ambil postingan [NOT] WYSIWYG dari blog gwe.

.
Tidak semua yang kamu lihat itu benar, dan tidak semua yang tidak terlihat itu tidak ada.
Terkadang, kita hanya melihat apa yang terlihat saja.
Terkadang, kita hanya mau melihat apa yang kita mau lihat.
Sering kali, kita tidak mau berusaha untuk melihat apa yang tidak terlihat.
Sering kali, kita sengaja tidak mau mencari dan melihat apa yang tidak terlihat.
Padahal sering kali, apa yang kita lihat itu tidak benar.
Padahal, sering kali, kebenaran itu tidak terlihat.
Padahal, sering kali, sesuatu yang penting itu tidak terlihat.
Tolong, kamu lihat lagi lebih dalam, see beyond the underneath, will you?

07
Feb

:: Lessons in Life ::


Everything happens for a reason. Nothing happens by chance or by means of good or bad luck. Illness, injury, love, lost moments of true greatness and sheer stupidity. All occur to test the limits of your soul. Without these small tests, if they be events, illness or relationships, life would be like a smoothly paved, straight, flat road to nowhere.

If someone hurts you, betrays you, or breaks your heart, forgive them. For they have helped you learn about trust, and the importance of being cautious to who you open your heart too.

If someone loves you, love them back unconditionally, not only because they love you, but because they are teaching you to love and opening your heart and eyes to things that you would have never seen or felt without them.

Make everyday count. Appreciate every moment, and take from it everything you possibly can, for you may never be able to experience it again.

Talks to people you have never talked to before, and actually listen. Hold your head up, because you have the right too. Tell yourself you are a great individual and believe in yourself. For if you don’t believe in yourself, no one else will believe in you either.

You can make of your life anything you wish, create your own life and then go out there and live it.

Um, anyway.. One of my friends asked me just now,
“A life is easy when you got everything. Everyone can do that. But can you do everything when you got nothing?”

Though, I see from a different point of view,
You will always do everything when you got nothing. But will you do something when you got everything?”

~~~

Well, you see. It is not about what you got.
It is about what do you want to do with what you got.
No point talking about everything when something had not been done yet.

14
Nov

:: Sources of Happiness ::

Kebahagiaan ituuuu.. adalah sebuah perasaan, sebuah feeling, yaa, sesuatu yang kita rasakan, tanpa bisa dipaksakan, seperti perasaan2 lainnya; sedih, jatuh cinta, you name it!

Kebahagiaan itu ga dateng begitu aja, sampe dibilang, we have to pursuit our happiness. Gimana caranya? Yang namanya mengejar sesuatu, ya harus tau dong sumbernya apa, sesuatu yang membuat kita bahagia, yang katanya harus kita kejar ituh.

Um, sumber kebahagiaan itu banyak, dan bisa apa aja. Bisa sesuatu yang dilakukan seseorang, sesuai harapan kita, or better yet, exceed or beyond our expectation, bisa karena mendapatkan sesuatu yang kita pikir kita inginkan *karena belum tentu yang kita inginkan itu baik, tapi biasanya klo kita dapet apa yang kita mau, kita bahagia*, yaah, biasanya sih bersumber dari seseorang, entah itu temen, pacar, orang tua, mungkin juga hewan peliharaan, atauu, dari suatu pemandangan yang kita suka, dan sesuatu yang indah2 dan kita sukain itu bisa membuat kita bahagia.

Klo lo setuju dengan tulisan gwe diatas, well, selamat, anda salah. Gwe mau membantahnya. :D

Um, klo lo berpikir sumber kebahagiaan diri lo itu dari orang lain, atau sesuatu dari luar diri lo, well, siap2 aja kecewa dan sedih, karena ketika orang2 itu meninggalkan kita, sesuatu itu hilang, yaa kebahagiaan lo akan ikut hilang. So, klo konsep kebahagiaan lo seperti itu, yaa, your happiness will not last forever.

Lalu, gimana dong? Um, klo lo ga sadar, sebenernya kebahagiaan itu bisa kita ciptakan lho, ga perlu dikejar. Karena sumber kebahagiaan itu adalah dari diri lo sendiri, itu tergantung elo mau bahagia atau ngga.

Caranya?

Pertama : you have to have a power to believe in yourself worth, coz that IS the most important thing. This is the power that can change your destiny.

You know what? Gwe yakin seyakin2nya klo there’s nothing in this world could bring me down, really. Mau apaan juga yang terjadi, gwe pasti bisa menerimanya. Karena, you know, klo lo pikir2 lagi, semua masalah yang terjadi di dunia ini adalah karena natural-habit of people, yaitu suka ga terima kenyataan, sebisa mungkin maunya semua berjalan sesuai keinginan dia.

Well, you can’t. You just can’t. Ga mungkin deh semua dalam hidup lo berjalan sesuai rencana dan keinginan lo. Sebenernya, semua orang juga tau klo cuma itu doang. Masalahnya adalah, orang itu ga tau yang mana worth to fight for, sesuatu yang emang bisa kita ubah jadi sesuai keinginan kita, dan kapan kita harus terima, klo kita emang ga bisa mengubah kenyataan itu, whatever we’ll do. When those kind of things happen, harusnya sih idealnya, orang itu just deal with it, terima aja kenyataan itu. Sayangnya ga semua orang bisa berbuat se-rasional itu, makanya muncul masalah. Coba klo aja dia just deal with it, kan ga ada masalah. Lo akan selalu bahagia dengan apa pun yang terjadi, even it is a bad things *that happen to you*, coz ini emang konsep kebahagiaan yang bener, yaitu : kebahagiaan bukanlah mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, melainkan menyukai apa yang kita dapatkan.

Ngomong2, pada ngerti ga sih apa yang gwe omongin? Hehe, kok gwe jadi bingung sendiri ya? :D Gwe lagi males nulis contoh, ntar jadi ngelantur kemana2 abisan, huhu..

Moral of the story : Selama lo bisa menerima kenyataan apa pun yang terjadi, bersyukur dengan keadaan lo, lo akan selalu bahagia.

Kedua : HEY!! Lighten up, stop worrying so much about what everybody else thinks. Ini, natural habit of people yang lain, yang hobinya juga menciptakan masalah yang ga perlu muncul.

Gwe ga ngerti, kenapa orang tuh pada hobi banget mikirin, “apa kata orang nantinya?” atau “apa kata orang2 tentang gwe nih?”

I know, kita hidup di sebuah society, di suatu lingkungan, kita harus menjaga perasaan orang lain, harus mikirin perasaan orang lain. Tapi kan bukan berarti, we have to always pleased them all. It’s your life, for God shake!

Nah, ini bisa gwe kasih contoh : We are all live in sick cycle caraousle, suatu circle yang berulang2 gitu2 aja. Ketika kita kuliah, ditanyain kapan lulus, abis lulus, ditanya kerja dimana, klo udah kerja, ditanya kapan kawin, klo udah kawin ditanyain udah punya anak, untungnya abis itu ga ditanyain lagi, kapan mati, hehe..

Klo lo belom lulus, ya udah, toh ntar juga lulus *mau ga mau*. Klo misalnya udah lulus dan ga dapet2 kerja, *nah, ini nih kayanya yang paling malesin*, ya udah sih, cuek aja, emang belom dapet kerja kok, toh, lo kan udah usaha nyari kerja, so what’s to be ashamed of sih? Klo lo jomblo, bodo amat deh apa kata orang, it won’t affect you.

Aah, back to the topic. Yang mau gwe bilang adalah, sering kali, saking pengennya lo dianggap “bagus” oleh orang2 sekeliling lo, lo jadi stress sendiri, atau ga menjadi diri lo sendiri, just to pleased them.

The moral of the story : don’t let anyone make a pressure on you. If you stop worrying so much about what everybody else thinks about you, lo akan selalu bisa bahagia.

Dan yang ketiga, terakhir : the fear of the unknown, a.k.a. future.

Yah, this might be the closing-trilogy for natural habit of people yang menciptakan masalah. Yeah, ketidakpastian emang pasti buat orang takut, namanya juga ga pasti. TAPI, lo tau darimana, sesuatu yang lo takutin itu pasti terjadi klo lo melakukan sesuatu?

Yang namanya teori kemungkinan itu kan probabilita-nya sama, 50% terjadi, 50% ga terjadi. Nah, terus apa yang lo takutin? Toh, probabilitanya cuma 50% terjadi.

Gwe kasih contoh, misalnya shoot bola ke ring basket. Probabilita klo lo shoot bola basket ke ring itu 50% masuk, dan 50% ga masuk. But, you’ll miss 100% of the shots you don’t take. Iya kan? Klo lo ga nyoba, ya emang ga mungkin masuk bolanya.

Kalo lo ga melakukan sesuatu karena the-fear-of-the-unknown ini, bukannya lo menghilangkan probabilita 50% satu lagi? Padahal, 50% lainnya itu, ya pastinya kebahagiaan lah, kan 50% awal yang lo takutin itu sesuatu hal yang ga membuat lo bahagia.

*Garuk2 kepala, males jelasin, tapi yakin klo orang ga ngerti bacanya*

Ginih, misalnya ya, orang ga mau melakukan sesuatu karena takut gagal. Probabilita gagal itu kan 50%. 50%nya lagi sukses.

Nah, klo lo ga nyoba, kan lo mengeliminasi probabilita 50% sukses, jadi 100% gagal, kan? Nah, padahal klo aja lo mau mencoba, dan ternyata yang terjadi si probabilita 50% sukses itu, lo akan bahagia, bukan?

Emang sih, klo lo lakukan, masih tetep ada kemungkinan gagal. Tapi, klo pun gagal, you will never regret it, karena setidaknya lo udah mencoba. Balik lagi ke rule #1, just deal with it.

But, well, believe me, twenty years from now, you will be more disappointed by the things you didn’t do than by the things you did.

The moral of the story : Dont let the-fear-of-the-unknown stop you to do things you really want to do. You’ll never know unless you try. For every  treasure, there’s always a price to pay, that’s the risk, babe! So, for a great happiness, there’s a great risk too. BUT, as I always said, the risk must be taken, coz the greatest regret of all is to never took that risk.

Begitu lah, hope you’ll find your happiness in yourself. You’ll always do fine like me then, have nothing to worried about, and feel happy everyday. :D

Good luck on finding your happiness! ;)

24
Sep

[Not] WYSIWYG

Tidak semua yang kamu lihat itu benar, dan tidak semua yang tidak terlihat itu tidak ada.
Terkadang, kita hanya melihat apa yang terlihat saja.
Terkadang, kita hanya mau melihat apa yang kita mau lihat.

Sering kali, kita tidak mau berusaha untuk melihat apa yang tidak terlihat.
Sering kali, kita sengaja tidak mau mencari dan melihat apa yang tidak terlihat.

Padahal sering kali, apa yang kita lihat itu tidak benar.
Padahal, sering kali, kebenaran itu tidak terlihat.
Padahal, sering kali, sesuatu yang penting itu tidak terlihat.

Tolong, kamu lihat lagi lebih dalam, see beyond the underneath, will you?

Nanti kalau kamu sudah mendapatkan jawabannya, tolong beritahu aku ya.
19
Sep

.. Quote Hari Inih ..

… dan jangan lah sekali-kali kebencian kamu terhadap sesuatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil …
[quote from QS : Al-Maaidah, 8]

~~~
Menilai sesuatu secara objektif [adil] itu susah lho, tapi itu penting banget. Jangan pernah berhenti berusaha untuk mencoba yaa..

15
Dec

How to Deal : Guidance thru Life

Assalamu’alaikum wr wb

Waaah, ternyata menulis posting ini membutuhkan waktu lebih lama dari yang gwe perkirakan, hehe.. jadi maap deh agak2 telat [I dunno to whom I apologize actually, huhu].

*Sebenernya, emang karena dasar males aja sih menyusun kata-katanya, hehe. Jadi lama deh.*

Kemaren dulu kan udah gwe bilang tuh, klo gwe mau nulis tentang How to Deal : Guidance thru Life. Naah, ini baru jadi rough draftnya.

Here goes..

Lesson I : Life is a matter of  P R E F E R E N C E .

If y’all don’t realized yet, segala sesuatu dalam hidup ini ada kadarnya. Segala rasa yang kita rasain, entah itu rasa sayang, rasa senang, rasa marah, juga rasa sedih dan rasa marah. Dan kadar itu, membentuk preferences kita.

Kita lebih menyukai “A” dibandingkan “B”, dan lebih tidak menyukai “X” daripada “Z”.

Ga ada sesuatu apa pun itu yang bersifat absolut, selalu aja ada kadarnya. Dan, seperti the old saying goes, “people’s change”, jadi kadar itu ga selalu sama, bisa aja naik atau turun, ga pasti. Itu lah, yang nantinya menyebabkan masalah, yaitu perubahan preferences seseorang.

Lesson II : Life is a matter of  C H O I C E .

Nah, berangkat dari preferences tadi itu, muncul lah pilihan. Dan dalam hidup itu, kita harus selalu memilih, apa pun yang akan kita lakukan, itu adalah pilihan kita.

Dan, sekali lagi, klo lo ga sadar, segala sesuatu dalam hidup ini selalu ada pilihan yang lain, NGGA MUNGKIN ngga. Jadi, jangan percaya klo orang bilang, “gwe melakukan itu karena ga ada pilihan lain..” coz itu ga mungkin.

Apa contohnya?
Lo melakukan hal yang ga sesuai nurani lo karena dipaksa bos? Lo terpaksa melakukannya karena ga ada pilihan lain? Bukannya ada pilihan lain? Untuk tidak melakukannya? Yaah, walaupun lo dipecat karena melakukan itu, tetep ada pilihan lain kan dari hal itu?

Bahkan untuk hidup sendiri itu adalah pilihan, coz ada pilihan lain, yaitu untuk tidak hidup, atau mati. See? Selalu ada pilihan dalam hidup ini. ^_^

Lesson III : Life is a matter of M A K I N G  D E C I S I O N .

Naah, dari pilihan tadi, yang perlu kita lakukan adalah membuat pilihan. Membuat keputusan.

Dan dari semua keputusan yang kita buat itu ada resikonya. Sekali lagi, kembali ke kadar. Ada resiko yang besar dan resiko yang kecil. Resiko ini nih, yang ditakutin oleh orang2. Makanya mereka suka ga berani membuat keputusan. Padahal, resiko itu
kan pasti ada, dan akan selalu ada, even di saat lo memutuskan untuk tidak memutuskan [tidak membuat keputusan maksudnya].

Misalnya lo memilih untuk tidak memilih. Kaya misalnya “golput” klo lagi pemilu. Gwe ga ngerti deh sama mereka, sebagian mereka menjadi golput atau “memilih untuk tidak memilih” dengan alasan takut memilih yang salah, takut merasa berdosa klo ternyata pilihannya salah. Berarti dia mempercayakan pilihannya kepada orang lain? Ew!

Gwe sih ga pernah mau memilih sesuatu dipilihin orang [kecuali kado, hehe].

Klo kata ‘NdiY Rules! No. 737 :

You miss 100% of the shots you don’t take.

Kecenderungan orang, adalah play safe, memilih resiko yang minimal. Resiko itu bukanlah sesuatu yang harus kita takutin kok, coz klo kata ‘NdiY Rules! No.73 :

Every thing we do in life have [a] risk[s], but risks must be taken, for the greatest hazard in life is risking nothing.

Jadi, ga usah takut untuk membuat keputusan. Hidup itu cuma sekali, live your life well, jangan terlalu takut dalam melakukan sesuatu, apalagi takut dengan hal-hal yang belom pasti terjadi [ya kaya si resiko itu, kan belom pasti terjadi kan?]

H O W  T O  D E A L :

Naah, dari teori hidup diatas, terus di bab selanjutnya gwe akan nulis about how to deal.

Guidance umum untuk semua masalah :

Ketika lo menemukan diri lo berada dalam sebuah masalah, hal pertama yang harus lo lakukan adalah jangan menambah masalah. Maksudnya, yaa don’t sweat the small things, jangan membesar2kan masalah lo itu.

Klo kata ‘NdiY Rules! No.137 :

If you find yourself in a hole, the first thing to do is stop digging.

Coz if you keep digging, lo justru malah akan menjerumuskan diri lo sendiri lebih dalam.

Lalu, klo kata ‘NdiY Rules! No.317 :

You don’t drown by falling in water, you drown by staying there.

Begitu lah kira-kira. Jadi, ketika lo menemukan diri lo dalam masalah, fokuskan pikiran dan diri lo BUKAN ke masalah lo itu, melainkan fokus ke pemecahan masalah/jalan keluar dari masalah lo itu.

Ga mungkin kok ada masalah yang ga ada jalan keluarnya, bahkan, ga mungkin cuma satu jalan keluarnya. Coz Tuhan ga pernah menciptakan suatu masalah tanpa menciptakan pilihan jalan keluarnya.

Jadi, berkonsentrasi lah ke pilihan2 jalan keluar dari masalah lo itu. Pikirin dengan baik, setiap kemungkinan dan konsekuensinya.

Boleh lo berpikir dan berusaha sendiri, boleh minta pendapat temen lo atau orang lain, sapa aja yang lo percaya bisa dan mau nolongin lo.

Tapiii, jangan minta pendapat orang klo lo cuma mau nyari pembenaran aja, coz its kinda annoying.

Misalnya gini, lo lagi dalam masalah nih, dan lo sebenernya udah punya pilihan/prefer jalan keluarnya, terus lo nanya orang lain, minta pendapat sebaiknya apa yang harus lo lakukan, tapi sebenernya lo cuma pengen nyari pembenaran atas pilihan lo itu. Klo ntar misalnya orang yang lo tanya ga memberi saran sesuai yang lo mau, lo malah akan protes dan mengarahkan dia ke pilihan lo.

Dont do that. Dont EVER do that.

Klo emang lo udah memilih atau berkecenderungan ke pilihan lo itu, ya udah. Lakukan lah klo emang lo percaya itu pilihan sesuai dengan yang lo mau. Tapi, klo lo masih ragu-ragu dan minta advice ke orang lain, yaa, jangan protes lah klo pilihannya ga sama sama lo, lo jadiin sebagai tambahan bahan pertimbangan lo aja, apakah orang lain itu bener apa ngga. Everybody has different perspectives, rite?

Dan klo lo nyari pendapat objektif, you’ll never find it. Biar pun lo nanya orang yang ga terlibat dalam masalah itu, ga ada orang yang bakal bisa ngasih pendapat objektif. Jadi, dalam setiap keputusan yang kita ambil, pasti selalu ada unsur subjektifnya. Gpp kok emang subjektif.

Terakhir, jangan pernah mengambil keputusan atas saran orang lain. Be on your own. Boleh nanya dan minta advice dari orang2, boleh juga sebagai bahan pertimbangan, tapi, dalam keputusan akhir, lo sendiri yang harus menentukan. Coz that’s your life, dear, lo yang akan menjalani setiap keputusan lo itu, so, you’d better be on your own. Coz lo ga mau kan ntar menyesal karena salah mengambil keputusan yang disarankan orang lain? =)

Seperti kata2 andalan gwe kalo abis ngasih saran ke orang lain, “I can only show you the door. You’re the one who has to walk through it.”

Keren ya?
*Narsis Mode : ON*

Oya, tambahan satu lagi, klo kata Dr. Seuss :

“You have brains in your head. You have feet in your shoes. You can steer youself any direction you choose. You’re on your own. And you know what you know. And YOU are the one who’ll decide where to go..”

Yaa, begitu lah gambaran guidance umumnya. Ntar abis ini, pake contoh2 kasus gitu deh. Ada yang mau menyumbang cerita? Nanya sesuatu gituw ke gwe, kira2 masalah yang sering
terjadi di seputar kehidupan sehari-hari? Yaah, mostly cinta gapapa. Ntar gwe jawab-in, hehehe. Kaya model bukunya Liz&Greg yang I’m Just Not That Into You itu lhoo..

Pfiuh, akhirnya gwe menyelesaikan tulisan gwe ini, hehehe. Udah utang berapa lama tuh gwe? Tuuh Saaan, udah kan? Gwe mah tukang tipu yang menepati tipuan gwe, huahuahua.. Btw,
kemane aje lo ga pernah OL lagi? *lah, jadi ngobrol, hehe*

Yasuw lah, sebelum udahan, gwe mau menyapa Erlina, my little sistah [not a real one =)] dulu aah, gantian, abisan gwe selalu disapa di blog-nya,  hehehe.. Haaiii eR, long time no PM-an nih kita, long time no see juga.. =) Goodluck on everything yap, take a good care of yourself, sist.

“Do what you feel in your heart to be right- for you’ll be criticized anyway. You’ll be damned if you do, and damned if you don’t”- Eleanor Roosevelt




Flash News

Hamdiy is currently listening to :
Ingrid Michaelson - The Way I Am
Depapepe - Ii Hi Datta Ne