Archive for October, 2008

29
Oct

Does love need reasons?

Does love need reasons?

If so, what about if all the reasons that made you fall in love with him/her suddenly disappeared? What about if all the reasons that you’ve got is gone? Or if it is eventually fade away? Will you still love him/her?

.

So, love doesn’t need reasons?

Maybe. But if so, what things would you hold on to, if something went wrong along the way, or when you’re not so sure about your feeling to him/her anymore. If you have the reasons, you’ll remember how and why you’re falling for him/her, so it will be the reminder why you held on for so long in the first place, when you feel like giving up.

.

So what do you think, does it or doesn’t it?

27
Oct

where did i go wrong?

Kukira aku memilikimu untuk sesaat..
Namun ternyata kau menjelma menjadi sebuah ketidakpuasan lainnya..
Yang kembali membutuhkan dirimu yang lain..

.

Kukira semua ketidakpuasanku akan terselesaikan saat aku memilikimu..
Ternyata kau hanya menambah rasa tak puas yang kumiliki..
Dan hilang dalam hitungan detik..

.

Kenyataannya aku tak pernah bisa memilikimu..
Meskipun aku bisa memilih merasa memilikimu..
Untuk sebuah penghiburan diri dan permakluman dari orang lain..

.

Dan aku memutuskan untuk berhenti mencarimu..
Dan berhenti mengharapkanmu..
Dan berhenti bersikap seolah aku mengenalmu..

.

Dalam ada dan tiada..
Kau tiada bagiku.

20
Oct

:: Being Human ::

Dalam hidup ini, banyak hal yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan kita. Sebagai satu2nya makhluk yang dikasih free will oleh Allah, kita harusnya tau klo kita itu bisa bertindak dan berpikir sesuka hati kita. Begitu pula dengan seluruh manusia lain selain kita.

.

Karena itu, harusnya kita tau, klo setiap orang itu punya mindset yang berbeda2, cara berpikirnya beda. Pun ketika pengambilan perspektif dalam memandang suatu hal. Every single thing in this life can be looked up from different perspectives, it depends from which side do you want to see it.

.

Hidup ini seperti puzzle, kita ga bisa ngeliat the bigger picture-nya cuma dari kepingan puzzle satu2, harus liat the whole picture untuk tau what it is all about. Masalahnya adalah, ya itu tadi, hidup ini seperti kepingan puzzle, kita ga bisa liat the whole picture-nya langsung.

.

Susahnya jadi manusia, klo dia udah menetapkan mind set-nya, ya udah, apa2 yang beda dari mind set-nya adalah salah. Orang yang beda cara berpikirnya dari dia adalah musuh, kita udah pasti yang bener.

.

Coz terkadang, people just wanna see what their eyes wanna see, memandang suatu hal dari satu sisi aja, tanpa mau ngeliat dari perspektif lain. Contohnya aja, all the villains are evil. Penjahat ya penjahat. Ga ada yang pernah mau tau, alesan kenapa mereka melakukan itu?

.

Seharusnya, ketika kita sedang ngobrol, atau berdiskusi, dan berinteraksi dengan orang lain, ketika kita udah menetapkan which side we choose, okay, take our stance, BUT, free and open up our mind, kita harus terima pendapat orang lain, karena belom tentu kita itu benar. Terima aja argumen yang berbeda sama kita, karena mungkin mereka benar, mungkin kita salah. ATAU mungkin juga kita benar, mereka salah. ATAU mungkin kita sama2 benar, tetapi beda perspektif. ATAU kita sama2 salah. Kita ga perlu setuju dengan mereka, itu terserah, itu hak kita, yang penting dengerin dulu apa kata mereka, coz mereka juga punya basis dalam omongan mereka, sisi yang mungkin tidak kita lihat.

.

What’s good of being human is that we have those differences. Well, sekali lagi, it depends, kita mau melihat perbedaan itu gimana, either it is more blessing than curse, or vise versa.

.

Menurut gwe, perbedaan itu lah yang akhirnya membuat suatu perubahan, karena dengan adanya perbedaan, berarti kepingan2 puzzle itu akhirnya tersusun, dan memperlihatkan the bigger picture-nya.

.

Sayangnya, sekali lagi, manusia itu memang terlahir egois dan keras kepala, mau menang sendiri dan merasa benar terus, ga menyadari kalo kita ini makhluk sosial, yang harus hidup bersama2, ga bisa hidup sendirian, tetep aja susah untuk memandang suatu hal secara objektif.

.

Coba deh, jadi manusia yang bijak, coz a wise person knows that there is something to be learned from everyone.

.

Coba juga untuk jadi manusia dewasa, yang tau klo kita ini ga bisa memaksa orang lain untuk selalu setuju dengan kita, karena emang setiap manusia itu berbeda. Kita ga bisa maksa orang dewasa lain untuk melakukan sesuatu yang dia ga mau, untuk ikut menyukai apa yang kita sukain, atau untuk berpikir sama seperti kita.

.

Walau susah, dan emang harus diakui, mengubah diri sendiri itu susah, sometimes we’re our own worst enemy, but still, you’ve got to try, becoz as a human, we can change ourselves.

.

Selamat menikmati perbedaan!

.

Well, buat penutup, gwe ambil postingan [NOT] WYSIWYG dari blog gwe.

.
Tidak semua yang kamu lihat itu benar, dan tidak semua yang tidak terlihat itu tidak ada.
Terkadang, kita hanya melihat apa yang terlihat saja.
Terkadang, kita hanya mau melihat apa yang kita mau lihat.
Sering kali, kita tidak mau berusaha untuk melihat apa yang tidak terlihat.
Sering kali, kita sengaja tidak mau mencari dan melihat apa yang tidak terlihat.
Padahal sering kali, apa yang kita lihat itu tidak benar.
Padahal, sering kali, kebenaran itu tidak terlihat.
Padahal, sering kali, sesuatu yang penting itu tidak terlihat.
Tolong, kamu lihat lagi lebih dalam, see beyond the underneath, will you?




Flash News

Hamdiy is currently listening to :
Ingrid Michaelson - The Way I Am
Depapepe - Ii Hi Datta Ne