Archive for August, 2007

31
Aug

Your love alone is not enough. Is it?

Klo kata Manic Street Preachers ma Nina Persson sih begituh. Kata Chyntya juga gituh. Klo tambahan “is it?” itu kata gwe, hehe..

Entah yang gwe maksud dan dimaksud ma Manic Street Preachers sama atau ngga,, :D

Abisan ambigu sih, antara “your love alone is not enough” dalam konteks relationship antara 2 orang ajah, atau “your love alone is not enough” to save the world, which is maksudnya membutuhkan cinta dari semua orang ke sesama manusia untuk mewujudkan “the better world” *aah, apa sih gwe?* Intinya cuma mau bilang, klo yang gwe maksud adalah kasus “your love alone is not enough” yang pertama.

Pertama, sebelum bahas itu, mari kita bahas dulu pertanyaan yang sebenernya udah sering banget dibahas, gwe sering banget ditanyain pertanyaan inih, bahkan waktu di ospek pun senior gwe nanyain *gara2 apaan ya waktu itu? Mungkin dia naksir gwe kali,,* *lah, dia jadi gila sendiri, PD bin ajaib*

Oh iya, pertanyaannya adalah, “mendingan manah, mencintai atau dicintai?”

Jawaban ga pake mikir atau jomblo kronis adalah, *ga sampe 5 detik, dia jawab* ya jelas aja dicintai. Masuk golongan itu? :D Klo lo jawabnya lebih dari 5 detik, berarti lo pake mikir dulu, dan emang “dicintai” adalah jawaban pilihan lo.

Jawaban gwe selalu sama dari pertama kali gwe ditanyain pertanyaan ini, dari jaman kuda gigit kuda *ini terjadi sebelum jaman kuda gigit besi, jauh sebelum kuda makan rumput*, gwe milih mencintai.

Kenapa?

Ya jawabannya gampang aja, karena mencintai orang itu gampang. :D

To love people is to show them that you love them. It’s that simple.

Bener kan? Tinggal tunjukin aja klo lo mencintai orang ituh, dan masalahnya selesai.

Ngga segampang itu? Yah, itu mah elo-nya aja yang membuatnya jadi rumit. Apa masalahnya dari mencintai orang? Dia ga membalas cinta lo? Ya emangnya kenapa? Yang namanya mencintai orang itu, ya elo mencintai orang itu, despite dari dia mencintai lo balik atau ngga. Boleh2 aja lo berharap dan berusaha untuk membuat dia mencintai lo juga, tapi, itu kan bukan berarti klo dia ga membalas cinta lo, lo jadi ga mencintai dia kan? Kan?

Iya dong, gwe bener. Gwe kan OK. *komentar yang bikin ilfil*

Selama lo udah ngasih tau dia bahwa cinta lo “ada”, dan selama dia ga kabur melarikan diri dari lo, selama dia baik2 jadi temen lo walau tau lo mencintai dia, tapi dia ga membalas cinta lo, itu ga masalah, bukan? Dan juga ga ada yang salah, namanya juga mencintai orang, yang ga bisa dipaksa, abisan lawan berantemnya hati sih, hehe..

Mengutip dari blog Datie :

Mungkin karena balik lagi ke teori cinta ga bisa milih..kaya’ lagi jalan2 dan cuci mata terus tiba-tiba melihat barang bagus, terkadang kita sebenernya “ngeh” kalau kita baru saja bertemu “barang bagus” dengan semua kualitas yang sebenarnya bisa membuat semua-nya “jadi”…cuma terkadang  d**mn ( ^_^ maaf buat kata-kata saya ) kok menunggu bunyi “click”-nya terasa lama? atau
bahkan engga pernah terdengar sama sekali walaupun sudah berusaha?

dan mungkin sempat bertanya-tanya ” what’s wrong with this heart of mine?” giliran hati dan insting-nya bilang ada yang “worth to fight for” terkadang malah feeling-nya ngga’ main,,giliran yang jelas - jelas punya potensi dasar buat “bermasalah” terkadang malah menarik-narik unconsciousness will to have something called happiness..sayang-nya lagi ngga ada petunjuk pasti, sekolah khusus  atau semacam short course yang bisa mengajari kita yang ini belajar bagaimana mencintai this “worth” one :) if there’s one..i’ll take the next opening class..ha3

Biarpun ada yang percaya kesabaran dan kemauan yang keras buat mendapatkan sesuatu pasti akan ada hasil-nya, walaupun mungkin membutuhkan banyak waktu dan ke-ikhlasan menjalani-nya…well, have yourself a decision, or a try…
karena Agnes aja bilang, kalo ngomongin cinta kadang logika engga’ bisa masuk ;)

*mau ikuut juga dong, Dat, hehe.. Ntar lah kita yang buka kelas itu klo kita udah expert, kita jadi teachernya, ahahaha*

Eh itu tadi cuma mau mengilustrasikan klo kita ga bisa menang berantem ma hati, jadi ya sudah lah.. Klo dia ga membalas cinta lo, tapi ga bermasalah dengan menerima cinta lo *maksudnya gapapa, jadi temen aja*, ya udah, jadi temen aja,, toh, dengan jadi temen, lo masih bisa tetep mencintai dia, kan? Walau ga pake berharap jadi pasangan dia. Ga harus jadi pacar dia kok untuk mencintai dia, apa bahasanya ya, um, to shower them with your love, *entah kenapa inget Boys II Men* *bener ga ya mereka yang nyanyi?* selama lo ngasih tau lo mencintai dia, dan dia fine2 aja dengan itu, what’s the problem then?

Nah, masalahnya baru muncul klo dia emang ga mau menerima cinta lo, which means, untuk jadi temen pun dia ogah.

Waah, klo ini terjadi, berarti ada yang salah, bisa salah lo atau salah dia. Salah elo kalo you show them you love them in the wrong way, mungkin lo terlalu agresif sampe dia takut :D, mungkin lo punya cara extrim dan aneh untuk menunjukkan you love them, yang dia ga familiar, sehingga menganggap lo aneh,hehe. Selain itu, kalo lo normal2 aja menunjukkan cinta lo *dalam bentuk perhatian*, dan dia ga mau menerima cinta lo, ya nasib, itu salah dia,,
Mungkin dia ga mencintai lo balik dan ga mau ngasih harapan, mungkin dia not-straight, dan banyak alesan lain yang kita ga pernah tau.. Apa pun itu, dia yang rugi kok, it’s their loss. Klo emang dia ga mau menerima cinta lo, it simply tell that they’re not worth to be loved.

Nah, mari sekarang kita berpindah ke dicintai.

Kenapa gwe ga memilih dicintai? Ooh, kalo2 lo ga tau, dicintai orang, atau menghadapi orang yang mencintai lo itu rumit lho! Ga gampang sama sekali, kecuali klo dicintai sama orang yang kita cintai, itu mah ga masalah.

Masalahnya adalah, klo lo dicintai oleh orang yang ga lo cintai, wah, ini nih yang susah. Bukannya ga bersyukur ada yang mencintai kita, tapi balik lagi ke masalah hati, kita ga bisa sembarangan mencintai balik orang itu.

Di situasi seperti inih, kayanya apa pun tindakan lo, jadi serba salah. Mau baik2 ke dia, ntar disalah-artikan sama dia, dikira memberi P3 [Promise-Promise Paradise] alias janji2 surga, padahal kan maksud kita ga gituh, cuma mau berterima kasih aja ke dia udah mau mencintai kita, dan yah, ber-baik2, karena emang kita harus baik ke semua orang, kan?

Nah, sebaliknya klo bersikap ga baik ke dia, salah juga. Dikira sombong lah, belagu lah, sok kecakepan lah, apa lah itu, pokoknya pasti dikira yang ngga2.. padahal kan maksud hati cuma mau ngasih sinyal2 klo kita ga mencintai dia balik, klo jadi temen aja gapapa kok.

See? Dicintai itu ga segampang ituh.

Tapi itu masalah gwe dulu, klo boleh sombong, saking seringnya menghadapi situasi itu, *ini mah bukan minta ijin “kalo boleh sombong”, tapi emang “mau sombong”, ahaha* sekarang gwe udah punya solusi untuk menghadapi situasi itu.. :D

Klo gwe sih ya, gwe tetep bakalan bersikap baik2 ke mereka, bahkan gwe sangat seperti memberi harapan ke mereka, dengan sering ngajak jalan bareng, hehe. Yaah, terserah mereka mau mengartikan gimana, gwe cuma mau adil kok, gwe bersikap baik ke semua orang.. Klo ke semua orang aja, kita baik, terlebih lagi harusnya ke orang yang mencintai kita, kan?

Terlepas dari mereka salah mengerti maksud gwe, itu urusan mereka. Bukannya gwe ga bertanggungjawab ya, hehe. Tapi kan emang begitu adanya.. sampe mereka menyatakan bahwa dia mencintai gwe, baru bakal gwe bilangin, “I love you but I’m not in love with you” Ya of corze ga pake kata2 itu, bisa ga ngerti dan jadi panjang urusannya ntar, hehe.. *apa lo juga ga ngerti perbedaan dari “I love you” dan “I’m in love with you”?* Nasib deh klo ga ngerti, kira2 aja sendiri, males ngejelasin.. huhuhu..

Untungnya sih gwe cowo, jadi ga terlalu sering menghadapi situasi penembakan seperti itu, hehe.. buat cewe2, ya nasib deh, sering2 aja latihan untuk menolak orang, ahahaha..

Tapi biasanya sih para penggebet gwe *tsah, sok laku banget ai*, udah tau klo emang gwe berbaik2 ke mereka emang karena it’s my nature to act like that, jadi mereka juga ga ngarep kayanya.. *iya kan? Hayo para penggebet gwe, dijawab dong :D* Lagian, biasanya sih mereka udah tau gwe off-market *walau ga officially, gwe sendiri yang menutup hati gwe, walau ga tau apakah gwe menyimpannya untuk orang yang tepat*, jadi kalo mereka masih tetep nekad naksir gwe, ya udah, keep on hoping aja, sapa tau ternyata gwe menyimpan hati gwe untuk orang yang salah, jadi pada saat itu semua ketauan *gimana cara taunya ya?*, semua orang punya kesempatan yang sama lho untuk mendapatkan gwe, ahahaha.. *najis banget ga sih? *Minta ditonjok!*

Udah ah, udah terjawab kan ya si pertanyaan judul, “your love alone is not enough. Is it?”

Menurut gwe sih, cinta kita sendiri udah cukup kok, asal lo ngasih tau dia aja klo cinta lo ada, jangan kaya Olip. :D

Ending Quote :

.. If you love someone, put their name in a circle instead of a heart, because hearts can break, but circles go on forever ..

27
Aug

.. Cintapuccino The Movie ..

Cintapuccino_poster_2

“Oh my God! It’s real! My Nimo – yang selama ini cuma aku khayalkan.. ternyata benar-benar ada! Dan dia berdiri tak jauh dari bangkuku…


Itulah kata-kata yang RAHMI (Sissy Prescillia) tuliskan dalam diary-nya ketika pertama kalinya ia bertemu dengan NIMO (Miler).
Cowok yang selama ini selalu hadir di pikirannya. Cowok yang tak pernah absen dalam tulisan-tulisan di diary-nya. Cowok yang dari ia kecil hingga remaja selalu menjadi obsesinya. Sekarang, sosok Nimo itu menjadi nyata. Benar-benar mirip dengan Nimo yang selalu ada dalam bayangan Rahmi. Dan Ia bernama NIMO pula, Dimas Geronimo lengkapnya.
Tapi Rahmi tidak pernah sempat mengutarakan perasaannya. Rahmi memutuskan bahwa Nimo hanya menjadi bagian dari impian masa-lalunya
.


Namun, “bagian dari masa-lalu” itu tiba-tiba muncul lagi sepuluh tahun kemudian. Tepat di saat Rahmi dan keluarganya tengah sibuk membicarakan acara lamaran Rahmi dengan RAKA (Aditya Herpavi), calon suami Rahmi. ALIN (Nadia Saphira), adik sepupu Rahmi mengatakan, ini adalah hadiah dari Tuhan, yaitu bisa jalan bareng Nimo yang menjadi obsesinya selama ini, sebelum Rahmi meninggalkan masa lajang dan menikah dengan Raka. Rahmi merasa tak mungkin membatalkan rencana pernikahannya dengan Raka. Tapi, dicintai oleh Nimo adalah obsesinya selama ini. Bagaimana Rahmi menghadapi dilema ini?

Saksikan dan tonton sendiri kelanjutan kisah Rahmi dalam film CINTAPUCCINO - 30 Agustus 2007 di bioskop-bioskop seluruh Indonesia!

24
Aug

.. Weird Conversation of the Week ..

Suatu hari di kehidupan normal gwe..

Waktu menunjukkan pukul 10.37 waktu setempat. Gwe sedang bersiap-siap berangkat ke kampus.

Okeh, cek barang2 dulu.

Buka tas.

Andrea.. Check.
Andrea’s adaptor.. check.
Si Gajah.. check.
Kecap bango.. Check. *ooh, iya, sebagai anak kecap, ini adalah bawaan wajib ada dalam tas gwe*

OKE, lengkap. Sekarang cek kantong.

Ha, kenapah? menurut lo ada yang kurang? Ngga kok, udah lengkap.

Ooh, iya, emang, tas gwe ga pernah berisi buku, baik buku catetan atau text book buat kelas nanti malam, ga penting. *wow, kecap lebih penting daripada buku, mahasiswa apa ini?*

Zen di kantong kanan.. check.
Ponsel di kantong kiri.. check.
Dompet di kantong kanan belakang.. check.

OKe, ready to go.

FYI, perjalanan dari mahallah *asrama* ke kampus gwe itu menghabiskan 5 menit perjalanan dengan jalan kaki.

Baru jalan keluar asrama, lewat depan kantin, milih lagu Zen, denger lagu If you leave me now-nya Peter Cetera.

Ketika sedang bersenandung, “We’ve come too far to leave it all behind, how could we end it all this way?”

tiba-tiba..

“Management Center, brother? Come, come.”

Reflek, buka earphone kanan, nengok ke kanan juga, karena gwe jalan di sisi jalan sebelah kiri. *yeah, info ga penting*

Tampak sebuah sepeda motor yang sedang dinaiki seorang cowo *kenapa bukan tampak seorang cowo yang sedang mengendarai sepeda motor ya?*, berhenti disamping gwe.

Ha? sapa nih, ai ga kenal dan ga pernal liat kayanya. Berhubung panas, dan ga ada alesan untuk nolak, ai naik lah ke motornya. Eh, kenapa gwe jadi berbahasa “ai?”

Percakapan selama kira2 2 menit di motor.

Gwe *memulai percakapan*, “Thank you, brother.”
Dia, “No problem. We’re in the same mahallah, and its so far from the MC”
*MC = Management Center, kampus gwe*

Ta elah, jalan 5 menit aja lo bilang jauh.

Terdiam.

Lalu,

Gwe *babi gaul a.k.a. basa basi pergaulan*, “what’s your name, brother?”

Dia, “… *di sensor, antara gwe lupa nama dia, dan demi keamanan gwe, hehe*. I’m from Thailand.”

Gwe me-reply, “Ooh. I’m Hamdiy. From Indonesia.”

Dia *dengan cool*, “I know.”

Wow, magic. Dia tau nama gwe.

Gwe, “ooh. You’re a management student?”

Dia, “yeah. I’m in MM. *Master of Management*”

Gwe, “ooh. I’m taking MBA.”

Dia *lagi2 dengan cool*, “Yeah, I know.”

Wow, amazing. Sekarang gwe ga tau, apa gwe harus tersanjung atau ngeri ke dia.

Untungnya udah nyampe MC, jadi lah gwe turun dan mengucapkan terima kasih. Dan ternyata, dia ga turun, dan mau pergi ke library.

16
Aug

[wanted : ahli reparasi hati]


Um, ada yang tau ga tukang reparasi hati yang oke? :D


It’s one of my designation, actually. Every time people got broken heart, either they’d come to me with the broken pieces of their heart, or I’ll come to them deliberately, as an ahli reparasi hati *gwe ga bisa meng-english-kannya*, no matter how much it shattered, into hundred pieces, thousand pieces, or even million pieces, somehow I can mend it into a whole again, until it ready to fall in love again.


Begitu juga dengan sayap, whenever people got broken wings, either they’d come to me or I’ll come to them, somehow I can cure it so it can be used to fly again.


But, now, it is me who got a broken heart and broken wings. This ache of the broken heart that I thought I will never experience, I felt it eventually.


And just like a hairdresser can’t fix their own hair, me neither. I need a tukang reparasi hati. :D


So, any suggestions, guys?


12
Aug

.. the end has only begun ..

Damsel.in.distress : Yo! What’s been up, there?
Yo-heave-ho : Ahoy! Wah, kemana aja lo ga pernah OL?
Damsel.in.distress : Hehe, klise. Sibuk. :D


*20 minutes later* –> ga penting + sensor!


Damsel.in.distress : so, what’d you gonna do now?
Yo-heave-ho : *sigh* dunno. I think I just gonna let her go.

Damsel.in.distress : you WHAT?
Yo-heave-ho : c’mon. you heard me. I’m gonna give up on her.
Damsel.in.distress : WHAT?? After all this time?

everything I know has let me down
so I will just let go
let you turn me inside out
cause I know I’m not sure about anything
but you wouldn’t have it any other way .. [Lifehouse – Spin]

Yo-heave-ho : He-eh. Kenapa emangnya?
Damsel.in.distress : But you’ve already gone this far.. Why all of the sudden?
Yo-heave-ho : Justru ituh. Karena gwe udah sampe sini, gwe tau klo this is the end of my journey. Or I thought I know.

Damsel.in.distress : Tapi kenapa? It’s so not like you.
Yo-heave-ho : Yep, I know. I just feel like it.

I’m finding my way back to sanity again
though I don’t really know what I’m gonna do when I get there .. [Lifehouse – Breathing]

Damsel.in.distress : Anyway, how do you give up? Is it done by deciding to give up and following through with it? Or is it by taking steps away from your true feelings?
Yo-heave-ho : Both, I think. Taking steps away from my feeling, coz I still in love with her right now, then I just give up on her and following thru it. Hope I will feel these kind of feeling to other woman. :D
Damsel.in.distress : But, why?


this time what I want is you
there is no one else, who can take your place

I’ve seen it all, and it’s never enough
it keeps leaving me needing you.

I try to make my way to you, but still I feel so lost
I don’t know what else I can do .. [Lifehouse - Take me away]


Yo-heave-ho : Karena gwe udah nyoba semua, El. I’ve tried everything to get closer to her, but it seems, I cant go farther than this.

Damsel.in.distress : Elo tau darimana? Bukannya lo bilang sendiri tadi, klo lo masih belom tau perasaan dia ke elo?

Yo-heave-ho : Iya, gwe ga tau emang.
Damsel.in.distress : Terus kenapa lo ga nanya, like you always do? Is it becoz of your pride?


never meant to waste your time
never meant to fall out of line
I always tried to get closer to you
now it seems with every step
feels like I’m losin’ my breath
I don’t know what else I can do .. [Lifehouse – wash]

Yo-heave-ho : Ya ngga lah. There’s no chance that I’ll let my pride stands in my way for something this worth. She’s too worth it.
Damsel.in.distress : Terus, apa dan kenapa?
Yo-heave-ho : Hmm.. ga tau, I just don’t feel like asking. Gwe mau dia yang bilang ke gwe. Bukan karena gwe gengsi. But, I just wanted to see if she was going to be with me becoz she wanted to, not becoz she had to.


could you let down your hair
be transparent for awhile
just a little while
to see if your human after all

honesty is a hard attribute to find
when we all want to seem like
we’ve got it all figured out
well let me be the first to say
that I don’t have a clue
I don’t have all the answers
ain’t gonna pretend like I do
just trying to find my way,
the best that I know how .. [Lifehouse – Trying]

Damsel.in.distress : Why would she had to be with you? You’re crazy. There’s no way she’s going to be with you if she’s don’t want to.
Yo-heave-ho : Well, mungkin aja. Pokoknya intinya, if I ask her, it feels like I’m pushing her, force her to answer, and she might be ended up answer me the way I want to hear.
Damsel.in.distress : Tapi kan lo tau dia terlalu gengsi untuk tiba2 confess her feeling to you.


silence is golden
but I think it’s gonna kill me now
everything I’ve seen
never seems to filll me now
no one told me that the world could fall through ..

[Lifehouse - am I ever gonna find out]

Yo-heave-ho : Iya, gwe juga tau itu. Ya klo emang kaya gitu, ya nasib.
Damsel.in.distress : Lo bener2 udah gila ya? Gwe ga nyangka klo lo jadi ginih. What’s with the crap God grant you courage to things you can change? This is SOMETHING you can change, and you know that.
Yo-heave-ho : Hahah. Lo apal that crap? Kata lo it’s full of crap. :D
Iya, gwe tau gwe bisa, cuma kali ini gwe ga mau. Bukannya alesan gwe udah gwe bilang diatas ya? Emang itu ga bisa diterima?

Damsel.in.distress : Ngga. Coz its so not you. Kemana perginya lo yang selalu straight-forward? Kemana lo yang selalu pengen tau sampe akhir, baru mengakhiri cerita?
Yo-heave-ho : Ada nih disini. Kenapah? Kangen ya? :D

I’m living for the only thing I know
I’m running and not quite sure where to go
and I don’t know what I’m diving into
just hanging by a moment here with you ..

[Lifehouse - Hanging by a moment]

Damsel.in.distress : Alesan lo diatas tuh bullshit tau ga? Itu sama aja lo bilang your pride stands in the way to ask her.
Yo-heave-ho : Ya terserah lo deh, El. Susah ngomong sama lo. Lagian kenapa lo yang pusing sih? Ada juga harusnya gwe yang patah hati gara2 gwe sendiri, hehe.
Damsel.in.distress : I just couldn’t understand you. Lo gila. Setelah semua yang lo bilang ke gwe dulu2, lo mau nunggu dia, you’ll never give up on her, sekarang tiba2 lo mundur.

patience can wait for now
I think I’ve waited for too long
you always gave a choice
and the right to be wrong
all my life has been slipping through your hands ..

[Lifehouse - am I ever gonna find out]

Yo-heave-ho : El, lo tau ga? Gwe mau aja nunggu dia, tapi apa dianya mau gwe tungguin? Lo mau sampe kapan emang gwe nungguin dia? Tungguin dia kawin, baru gwe boleh nyerah?

I tried to climb your steps
I tried to chase you down
I tried to see how low I could get down to the ground
I tried to earn my way
I tried to change this mind
you better believe that I have tried to beat this

so when will this end it goes on and on
over and over and over again
keeps spinning around I know that it won’t stop
till I step down from this for good.. [Lifehouse - Sick Cycle Carousel]


Damsel.in.distress : Iya, dulu lo bilang gitu, bukan?
Yo-heave-ho : Iya ya? Hehe.. Ya udah, anggap aja gwe salah.
Damsel.in.distress : Lo kenapa sih sebenernya?
Yo-heave-ho : Nope, I’m just hanging by a moment with her. And feels like its time to end it.

desperate for changing
starving for truth
closer to where I started
chasing after you

I’m falling even more in love with you
letting go of all I’ve held on to
I’m standing here until you make me move
I’m hanging by a moment here with you .. [Lifehouse - hanging by a moment]

Damsel.in.distress : Elo yakin?
Yo-heave-ho : Yep!
Damsel.in.distress : Ga mau nanya dia dulu?

all of the things that I want to say
just aren’t coming out right
I’m tripping inwards
you got my head spinning
I don’t know where to go from here .. [Lifehouse - You and me
]

Yo-heave-ho : I just can’t. Sorry to dissapointed you. :D
Damsel.in.distress : Dih, ngapain lo minta maaf ke gwe? Dasar lo berdua gila. Udah tau suka sama suka kok ga jadian?

Yo-heave-ho : He? Sapa yang suka ma suka? Sotoy berat lo.
Damsel.in.distress : Hueks, its soo crystal clear. Potong kuping gwe klo dia ga suka ma lo.

Yo-heave-ho : Ahahaha.. kaya kenal tuh kata2nya. Ya udah klo gitu, taruhan potong kuping lo ya? Gih, sana lo tanyain ke dia, dia suka ma gwe apa ngga, hehe..
Damsel.in.distress : Yee.. Ngarep aja lo.
Yo-heave-ho : Hehe. Eh, tunggu, tunggu. Kayanya daritadi percakapan kitah, kok kesannya dia punya feeling ke gwe sih?
Damsel.in.distress : Ni anak minta ditendang banget sih. Udah gwe bilangin dia pasti suka ma lo juga. Ngeyel aja.

Yo-heave-ho : Hm.. If you asked my gut, menurut gwe sih juga gituh. *PD Jaya* But, she already rejected me back then. If I wasn’t good enough for her then, what makes you think I’ll be good enough for her now?
Damsel.in.distress : Ga tau juga. Time changes people, you know?

Yo-heave-ho : Mm. Guess so. Hope so too. Hehehe..
Damsel.in.distress : Eh, terus abis ini lo gimana?

too late to hide, and too tired to care
take what you’ve learned, and forget the rest
take what you see of what’s left of me
you know where I’ve been,
and I don’t want to go there again
..
you’re beautiful, you’re confusing
you’re illogical, you’re amazing
..
Where do I go from here
I guess I’ll find out as I go .. [Lifehouse - Empty space]

Yo-heave-ho : Yaah, ga gimana2. pertanyaan lo aneh2 aja deh. I don’t know. I guess I’ll find out as I go.
Damsel.in.distress : Yaah, whatelse can I say klo gituh? Terserah lo aja lah.
Yo-heave-ho : Hehe. Ya emang. Tapi ya, a little confession, just to think of this, to give up I mean, it already breaks my heart. Gwe baru pertama kali nih ngerasain inih. The ache in my heart, hehe.

Damsel.in.distress : Lagian sih, kurang kerjaan banget. Ketimbang tinggal nanya ke dia doangan. But, hell yeah, it means you love her for real.
Yo-heave-ho : Hehe.. Mungkin ya.

I loved you more than you will ever know
and part of me died when I let you go .. [Lifehouse – Blind]

Damsel.in.distress : But seriously, gwe ga nyangka lho, lo bakal beginih. Gwe kira lo bakal terus hajar bleh aja.
Yo-heave-ho : Hehehe, sama dong. Gwe juga ga tau why do I ended up deciding this.

well I never thought I’d end up here never
thought I’d be standing where I am
I guess I kind of thought that it would be easier than this
I guess I was wrong now one more time ..

[Lifehouse – Sick Cycle Carousel]

Yo-heave-ho : Eh, El, udah boleh ganti topik? Lo udah puas kan nanya2nyah?
Damsel.in.distress : Ngga. Ga puas. Gwe gemes ma lo berdua.
Yo-heave-ho : Lah, lo mau threesome ma gwe ma dia? Ahahaha..
Damsel.in.distress : Dasar sinting!

what you do
no one can decide
it’s up to you
and who you are

is what you choose
these times when the world falls apart
make us who we are .. [Lifehouse - The end has only begun]

09
Aug

.. there’s something about truth ..


Yep, there must be something about it, coz some people are just can’t tell the truth to the one that they care about.


Is it really that hard to tell the truth?
.
Or is it your pride that stand in the way of telling them the truth?
.
Or is it a lack of courage of you?
.
Or is it becoz you are too afraid to know how will they react?


Well, you know something? There are things that you can’t undo by being stubborn about little things. For God sake, could you for once, just be honest to ‘em about your feeling?


To tell them the truth, just will makes you feel way better than before, whatever happen afterwards, rather than you keep the truth for yourself, or you tell ‘em a lie.


Come to think about it.

08
Aug

.. FYI ..

Oh ya, btw.. Gwe lupa ngasih tau, Andrea itu nama laptop gwe. :D

06
Aug

SoulMate : Codename #Andrea#

Um, ngomong2 soal Soulmate, dulu temen gwe ada yang terobsesi mencari soulmate-nya.. *ah, jangan pada ngerasa gitu dong, sapa tau gwe bukan lagi ngomongin lo* :D

Sebenernya soulmate tuh apa sih? gwe kok ga ngerti ya sampe sekarang. :D

Dari sekian banyak orang yang curhat ke gwe, tiap ada yang ngomong "soulmate", pasti gwe tanyain, "emang definisi soulmate tuh apa sih?" dan ada yang ga bisa jawab, dan yang jawab pun jawabannya beda-beda, gwe jadi bingung. :D

So, ada yang mau mendefinisikan soulmate buat gwe?

Oh ya, anyway, merasakan perasaan gwe saat ini, mungkin ini kali ya yang dirasakan orang2 waktu mereka bilang menemukan soulmatenya? ahahaha..

To describe my feeling, here goes my story.. :D

~~~~~~~~~~~~~~~~

Her name’s Andrea.

I first saw her in food court PIM 2, Jakarta, and once I gazed my eyes upon her, I knew that I’m in love with her. 

As time flies, gwe dan Andrea menjadi satu kesatuan yang ga bisa dipisahkan. Andrea selalu menemani gwe hampir kemana pun, pokoknya sejak di KL sini, kebersamaan gwe dan Andrea klo dirata-rata mungkin bisa mencapai lebih dari 10 jam per hari.

Because of that, it seems like I’m addicted to her. I don’t know how to live my life without her. Can’t even imagine about it.

But unfortunately, gwe tau klo kebersamaan gwe dan Andrea will not last forever. We just could be together for at most 2 years from now.

But still, even when I already knew that, I know, she’s my soulmate. She completes me. Dia, poros jagat raya gwe berputar, for this moment.

I will cherish every second of my time that I spend with her. I will take a good care of her til her time is come..

~~~~~~~~~~~~~~~~

So, how was it? Apakah gwe bisa menggambarkan perasaan yang dirasakan orang2 mengenai konsep soulmate?




Flash News

Hamdiy is currently listening to :
Ingrid Michaelson - The Way I Am
Depapepe - Ii Hi Datta Ne