Klo kata Manic Street Preachers ma Nina Persson sih begituh. Kata Chyntya juga gituh. Klo tambahan “is it?” itu kata gwe, hehe..
Entah yang gwe maksud dan dimaksud ma Manic Street Preachers sama atau ngga,,
Abisan ambigu sih, antara “your love alone is not enough” dalam konteks relationship antara 2 orang ajah, atau “your love alone is not enough” to save the world, which is maksudnya membutuhkan cinta dari semua orang ke sesama manusia untuk mewujudkan “the better world” *aah, apa sih gwe?* Intinya cuma mau bilang, klo yang gwe maksud adalah kasus “your love alone is not enough” yang pertama.
Pertama, sebelum bahas itu, mari kita bahas dulu pertanyaan yang sebenernya udah sering banget dibahas, gwe sering banget ditanyain pertanyaan inih, bahkan waktu di ospek pun senior gwe nanyain *gara2 apaan ya waktu itu? Mungkin dia naksir gwe kali,,* *lah, dia jadi gila sendiri, PD bin ajaib*
Oh iya, pertanyaannya adalah, “mendingan manah, mencintai atau dicintai?”
Jawaban ga pake mikir atau jomblo kronis adalah, *ga sampe 5 detik, dia jawab* ya jelas aja dicintai. Masuk golongan itu?
Klo lo jawabnya lebih dari 5 detik, berarti lo pake mikir dulu, dan emang “dicintai” adalah jawaban pilihan lo.
Jawaban gwe selalu sama dari pertama kali gwe ditanyain pertanyaan ini, dari jaman kuda gigit kuda *ini terjadi sebelum jaman kuda gigit besi, jauh sebelum kuda makan rumput*, gwe milih mencintai.
Kenapa?
Ya jawabannya gampang aja, karena mencintai orang itu gampang.
To love people is to show them that you love them. It’s that simple.
Bener kan? Tinggal tunjukin aja klo lo mencintai orang ituh, dan masalahnya selesai.
Ngga segampang itu? Yah, itu mah elo-nya aja yang membuatnya jadi rumit. Apa masalahnya dari mencintai orang? Dia ga membalas cinta lo? Ya emangnya kenapa? Yang namanya mencintai orang itu, ya elo mencintai orang itu, despite dari dia mencintai lo balik atau ngga. Boleh2 aja lo berharap dan berusaha untuk membuat dia mencintai lo juga, tapi, itu kan bukan berarti klo dia ga membalas cinta lo, lo jadi ga mencintai dia kan? Kan?
Iya dong, gwe bener. Gwe kan OK. *komentar yang bikin ilfil*
Selama lo udah ngasih tau dia bahwa cinta lo “ada”, dan selama dia ga kabur melarikan diri dari lo, selama dia baik2 jadi temen lo walau tau lo mencintai dia, tapi dia ga membalas cinta lo, itu ga masalah, bukan? Dan juga ga ada yang salah, namanya juga mencintai orang, yang ga bisa dipaksa, abisan lawan berantemnya hati sih, hehe..
Mengutip dari blog Datie :
Mungkin karena balik lagi ke teori cinta ga bisa milih..kaya’ lagi jalan2 dan cuci mata terus tiba-tiba melihat barang bagus, terkadang kita sebenernya “ngeh” kalau kita baru saja bertemu “barang bagus” dengan semua kualitas yang sebenarnya bisa membuat semua-nya “jadi”…cuma terkadang d**mn ( ^_^ maaf buat kata-kata saya ) kok menunggu bunyi “click”-nya terasa lama? atau
bahkan engga pernah terdengar sama sekali walaupun sudah berusaha?
dan mungkin sempat bertanya-tanya ” what’s wrong with this heart of mine?” giliran hati dan insting-nya bilang ada yang “worth to fight for” terkadang malah feeling-nya ngga’ main,,giliran yang jelas - jelas punya potensi dasar buat “bermasalah” terkadang malah menarik-narik unconsciousness will to have something called happiness..sayang-nya lagi ngga ada petunjuk pasti, sekolah khusus atau semacam short course yang bisa mengajari kita yang ini belajar bagaimana mencintai this “worth” one
if there’s one..i’ll take the next opening class..ha3
Biarpun ada yang percaya kesabaran dan kemauan yang keras buat mendapatkan sesuatu pasti akan ada hasil-nya, walaupun mungkin membutuhkan banyak waktu dan ke-ikhlasan menjalani-nya…well, have yourself a decision, or a try…
karena Agnes aja bilang, kalo ngomongin cinta kadang logika engga’ bisa masuk![]()
*mau ikuut juga dong, Dat, hehe.. Ntar lah kita yang buka kelas itu klo kita udah expert, kita jadi teachernya, ahahaha*
Eh itu tadi cuma mau mengilustrasikan klo kita ga bisa menang berantem ma hati, jadi ya sudah lah.. Klo dia ga membalas cinta lo, tapi ga bermasalah dengan menerima cinta lo *maksudnya gapapa, jadi temen aja*, ya udah, jadi temen aja,, toh, dengan jadi temen, lo masih bisa tetep mencintai dia, kan? Walau ga pake berharap jadi pasangan dia. Ga harus jadi pacar dia kok untuk mencintai dia, apa bahasanya ya, um, to shower them with your love, *entah kenapa inget Boys II Men* *bener ga ya mereka yang nyanyi?* selama lo ngasih tau lo mencintai dia, dan dia fine2 aja dengan itu, what’s the problem then?
Nah, masalahnya baru muncul klo dia emang ga mau menerima cinta lo, which means, untuk jadi temen pun dia ogah.
Waah, klo ini terjadi, berarti ada yang salah, bisa salah lo atau salah dia. Salah elo kalo you show them you love them in the wrong way, mungkin lo terlalu agresif sampe dia takut :D, mungkin lo punya cara extrim dan aneh untuk menunjukkan you love them, yang dia ga familiar, sehingga menganggap lo aneh,hehe. Selain itu, kalo lo normal2 aja menunjukkan cinta lo *dalam bentuk perhatian*, dan dia ga mau menerima cinta lo, ya nasib, itu salah dia,,
Mungkin dia ga mencintai lo balik dan ga mau ngasih harapan, mungkin dia not-straight, dan banyak alesan lain yang kita ga pernah tau.. Apa pun itu, dia yang rugi kok, it’s their loss. Klo emang dia ga mau menerima cinta lo, it simply tell that they’re not worth to be loved.
Nah, mari sekarang kita berpindah ke dicintai.
Kenapa gwe ga memilih dicintai? Ooh, kalo2 lo ga tau, dicintai orang, atau menghadapi orang yang mencintai lo itu rumit lho! Ga gampang sama sekali, kecuali klo dicintai sama orang yang kita cintai, itu mah ga masalah.
Masalahnya adalah, klo lo dicintai oleh orang yang ga lo cintai, wah, ini nih yang susah. Bukannya ga bersyukur ada yang mencintai kita, tapi balik lagi ke masalah hati, kita ga bisa sembarangan mencintai balik orang itu.
Di situasi seperti inih, kayanya apa pun tindakan lo, jadi serba salah. Mau baik2 ke dia, ntar disalah-artikan sama dia, dikira memberi P3 [Promise-Promise Paradise] alias janji2 surga, padahal kan maksud kita ga gituh, cuma mau berterima kasih aja ke dia udah mau mencintai kita, dan yah, ber-baik2, karena emang kita harus baik ke semua orang, kan?
Nah, sebaliknya klo bersikap ga baik ke dia, salah juga. Dikira sombong lah, belagu lah, sok kecakepan lah, apa lah itu, pokoknya pasti dikira yang ngga2.. padahal kan maksud hati cuma mau ngasih sinyal2 klo kita ga mencintai dia balik, klo jadi temen aja gapapa kok.
See? Dicintai itu ga segampang ituh.
Tapi itu masalah gwe dulu, klo boleh sombong, saking seringnya menghadapi situasi itu, *ini mah bukan minta ijin “kalo boleh sombong”, tapi emang “mau sombong”, ahaha* sekarang gwe udah punya solusi untuk menghadapi situasi itu..
Klo gwe sih ya, gwe tetep bakalan bersikap baik2 ke mereka, bahkan gwe sangat seperti memberi harapan ke mereka, dengan sering ngajak jalan bareng, hehe. Yaah, terserah mereka mau mengartikan gimana, gwe cuma mau adil kok, gwe bersikap baik ke semua orang.. Klo ke semua orang aja, kita baik, terlebih lagi harusnya ke orang yang mencintai kita, kan?
Terlepas dari mereka salah mengerti maksud gwe, itu urusan mereka. Bukannya gwe ga bertanggungjawab ya, hehe. Tapi kan emang begitu adanya.. sampe mereka menyatakan bahwa dia mencintai gwe, baru bakal gwe bilangin, “I love you but I’m not in love with you” Ya of corze ga pake kata2 itu, bisa ga ngerti dan jadi panjang urusannya ntar, hehe.. *apa lo juga ga ngerti perbedaan dari “I love you” dan “I’m in love with you”?* Nasib deh klo ga ngerti, kira2 aja sendiri, males ngejelasin.. huhuhu..
Untungnya sih gwe cowo, jadi ga terlalu sering menghadapi situasi penembakan seperti itu, hehe.. buat cewe2, ya nasib deh, sering2 aja latihan untuk menolak orang, ahahaha..
Tapi biasanya sih para penggebet gwe *tsah, sok laku banget ai*, udah tau klo emang gwe berbaik2 ke mereka emang karena it’s my nature to act like that, jadi mereka juga ga ngarep kayanya.. *iya kan? Hayo para penggebet gwe, dijawab dong :D* Lagian, biasanya sih mereka udah tau gwe off-market *walau ga officially, gwe sendiri yang menutup hati gwe, walau ga tau apakah gwe menyimpannya untuk orang yang tepat*, jadi kalo mereka masih tetep nekad naksir gwe, ya udah, keep on hoping aja, sapa tau ternyata gwe menyimpan hati gwe untuk orang yang salah, jadi pada saat itu semua ketauan *gimana cara taunya ya?*, semua orang punya kesempatan yang sama lho untuk mendapatkan gwe, ahahaha.. *najis banget ga sih? *Minta ditonjok!*
Udah ah, udah terjawab kan ya si pertanyaan judul, “your love alone is not enough. Is it?”
Menurut gwe sih, cinta kita sendiri udah cukup kok, asal lo ngasih tau dia aja klo cinta lo ada, jangan kaya Olip.
Ending Quote :
.. If you love someone, put their name in a circle instead of a heart, because hearts can break, but circles go on forever ..

What did they say?