14
Feb
07

:: Love isn’t about Status ::

“So, dia udah jadian?”

*nodded* “Eh, Ta, abis ini ganti lagunya ya? Udah mulai bosen nih Numata mulu.”

“Terus?”

“Ya ganti lagu lah. Um, si Chicago aja.”

“Yee.. jangan sok lugu deh. Terus jadinya lo gimana?”

“Hah? Apaan sih? Ga ngerti, Ta. Gwe jadinya gimana apaan?”

Bantal mendarat di muka gwe.

“Iiihh.. ya terus gimana jadinya?”

“Ya ga gimana-gimana. Emang gwe harus gimana?”

“Ya gimana kek, sedih kek, kecewa kek, nangis kek, hehe..”

“Idih banget. Why should I?”

“Coz it’s normal. When the one that you love choose another guy, it’s kinda hurt, Ndi.”

“Nope for me. I’m not most of guys, remember?”

“Yeah, I know. But, still.. didn’t you feel sad at all? A little, maybe?”

“Nope. Why would I? Instead, I feel happy for her.”

“Ndiy, seriously. It’s me that you’re talking to. Just be honest with me, okay?”

“I am. I really am, both serious and honest.”

“…”

“Okay, it surprised me a little at first, but that’s just becoz she’s never told me about this guy, okay? but a second later, I feel happy for her; for her finding her source ofhappiness again, someone who will be her sunshine.”

“You’re crazy! How possible could you be happy when you’re supposed to be broken hearted?”

“Ha-ha.. You’re so funny, Ta. How about looking this way : How possible could you are NOT happy seeing the one that you love happy?

“…”

“…”

“Yeeaah, okaay. But, how about you?”

”What’s about me?”

“Your feeling?”

“My feeling? What’s with it?”

“Yaah, as I said before, didn’t you feel hurt? A bit ache?”

“Heeii.. You did knew me, I thought. Ta, still remember my way of loving? Love isn’t about status, dear. When you love someone, just love them freely. No compulsion, no pretension to be loved back in return, just set them free. All you have to do is just whatever it takes to makes them happy. And that means, even if you’re not the part of it, their happiness, I mean.

“Tapi, Ndii, no one could really loving someone like that. Bohong klo lo bisa ga

mengharapkan dia sama sekali.”

“Correct. Iya, tentu aja gwe mengharapkan dia, tapi gwe ga BERHARAP ke dia. Gwe ga pernah berharap ke orang, that’s why gwe selalu bisa menerima segala kelakuan orang2. Got it?”

“…”

“Yeah, I don’t expect you to understand siy, susah emang, hehe.. Udah ah, ngapain sih masih tetep dibahas aja.. No worries, babe. I’m fine, thanx for worrying me.”

“Yee, GR aja situ. Sapa yang mengkhawatirkan lo? Hueks.”

“Hahah, keep on denying just will makes you looked weak, girl.”

“Hah, look who’s talking. Sapa coba yang daritadi men-deny?”

“Who? Not me.

*sharp-staring*

“Hahah.. Yah, terserah lo deh, Ta, gwe juga ga nyuruh lo buat percaya kok, wee..”

“…”

“…”

“So, how’s your feeling now? I mean, for her?”

“Yee.. lanjut dibahas lagi.. Ga kapok2 lo, Ta.”

“Ngga, gwe cuma penasaran, how could you handled things so easily?”

“Yaah.. Begitu lah.”

*looks confused*

“God grant me the serenity to accept the things I cannot change, courage to change the things I can, and wisdom to know the difference.”

“…”

“…”

“So, how’s your feeling for her right now?”

“Tet-tot!! Silahkan bung Zulham.. ‘Mengulang pertanyaan yang sama’.”

Kembali bantal mendarat di muka gwe.

“Duh, sadis lo, Ta. Tega. Ga tau apa bantal lo itu ga empuk. Sakit tauu..”

“Biarin, rumah gwe ini. Lagian lo juga sih, rese banget. Bercanda mulu, udah tau gwe lagi nanya serius.”

“Huu.. iya deehh. Um, still the same as before, I guess. You can’t change your feeling just overnight, can you?”

“So?”

“What ‘so’? That’s just it.”

“That doesn’t explain anything, Ndi. How’d you deal with that?”

“Just live with it lah. Toh, klo gwe pengen ngubah perasaan gwe juga ga bisa kan? Masa iya tiba2 gwe bisa jadi ga suka sama dia. Lo aneh2 aja deh..”

“Lalu, dia?”

“Ya apalagi dia. You can’t change people, you know that, don’t you? Apa pun yang lo lakukan, sekeras apa pun lo berusaha mengubahdia, klo dianya emang ga mau berubah, ya ga akan berubah. Eh, jadi ga nyambung ya? hehe..”

“…”

“Yaaahh.. I’m just saying that it’s not a big deal. It happened, okay? And I cant change it. So, all I gotta do is just deal with it, get used to it. Its just that simple.”

“Gwe ga ngerti ma lo, Ndi.”

“Duh, gwe jadi kecewa nih. You still didn’t got me ternyata, hehe.”

“Gwe tau elo Ndi, cuma gwe ga ngerti. How could you do that?”

“Ya ga gimana2. That’s the way it is. It just means that she’s not meant for me. If we’re meant to be together, things will have a way to working outkok. Klo ngga, yaa, ntar juga I’ll find another love, the love that were meant for me, I knew it somehow. So why worry about it? Its just a matter of time, babe, coz in the end, time will tell everything.”

*give her a big smile*

“Besides, it’s not that bad kok. Its not like she’s leaving me, we’re still friends kok. We’re good. Nothing changed, except a part that she’s having a boyfriend now.” *grin*

“You’re crazy!”

“Hei, just becoz I’m not like any other normal people, doesn’t mean I’m crazy, dear..”

“Don’t you realize by it you admit that you’re not normal?”

“Oh, I didn’t realized that. But, it’s OK for me. “Well, I’m not supposed to be normal. I’m supposed to be me.” *smile*

“…”

“…”




11 Responses to “:: Love isn’t about Status ::”


  1. 1    ata February 15, 2007 at 12:07 am

    bener tuch,….

  2. 2    rumahangin February 16, 2007 at 10:15 pm

    I think it is true that love isn’t about status but love is about someone u can be loved.

    Tuhan menyayangi semua mahlukNya, tapi diy, kapan Tuhan mencintai? Dia mencinta hanya kepada mahluk yang mencintaiNya. (Theres compulsion, pretension to be loved back in return, reciprocal)

    sebenarnya lu mencintai atau menyayangi? tapi apapun itu diy, pacar adalah status yang tidak dikenal Tuhan.

    jadi judulnya diganti aja, “a boyfriend is not a status” so u still can go for it, go for it! he3, dah! wassalam.

  3. 3    'HaMdiY' February 18, 2007 at 8:02 pm

    Hm,, maybe u’r rite, Kal.

    But, in my opinion, Tuhan itu mencintai semua makhluk-Nya, terutama manusia. Manusia satu-satunya makhlukNya yang di kasih “Free Will”, sehingga manusia bisa berbuat sesukanya.

    Tuhan membebaskan manusia apakah manusia itu mau mencintai-Nya seperti Dia mencintai kita, atau manusia itu tidak peduli dan melupakan-Nya.

    It’s for us [human] to choose, rite? :)

  4. 4    rumahangin February 20, 2007 at 12:32 am

    Hmmhh gimana ya..

    Gw jelas gak setuju “Tuhan mencintai semua mahluknya” tetapi tetap “Tuhan menyayangi semua mahlukNya” Nah, kalo Tuhan mencintai semua mahluk terus dimana diy, lu letakkan menyayangi.

    dan gw pikir bahwa mencintai itu reciprocal bukan membuat cinta jadi negatif tapi justru positif, karena dengan begitu mencintai jadi spesial (khusus).

    kita memang dibebaskan untuk mencintai atau tidak (sebagai subyek), tetapi sekali kita mencintai kita ingin dicintai oleh “obyek” yang kita cintai.

    jadi “Tuhan yang menyayangi” membebaskan manusia untuk mencintai Tuhan atau tidak. (karena menyayangi adalah membebaskan)–sekali lagi, tidak seperti mencintai.

    dan sekali manusia mencintaiNya, karena yakin Tuhan juga akan mencintainya. Bahwa orang yang mencintai selalu ingin dekat, bahkan bersatu dengan Tuhan yang ia cintai.

  5. 5    'HaMdiY' February 20, 2007 at 8:30 am

    Yah, yah.. gwe juga emang ga nyuruh lo setuju ma gwe kok, Kal. Every man has their point of view, perspective and opinion, rite? :)
    Gwe pribadi sih ga percaya adanya perbedaan antara suka, sayang dan cinta. Menurut gwe semuanya itu adalah cinta, cuma kadar-nya aja yang berbeda.

    Sama seperti semua hal dan rasa dalam dunia ini, ga ada yang absolut, ga ada yang abadi, semuanya ada kadarnya. :)

  6. 6    rumahangin February 20, 2007 at 11:04 pm

    suka, sayang, dan cinta.. semua itu adalah “rasa”, cuma kadarnya aja yang berbeda. sama seperti semua hal didunia ini.

    yup kalo begitu diy, meski awalnya gw masih berharap ada konvergensi di ujung perdebatan ini.. tq anw, wassalam.

  7. 7    Orchida February 26, 2007 at 12:44 am

    kalo ada org yg lahir cacat,,
    n miskin,,
    dan mmiliki sgl kkurangan,,
    itu dy dcintaikah oleh Tuhan??
    ato dsayangkah??
    klo suka,syg,cinta,,
    knp cacat??
    it’s not an ANUGERAH,,

  8. 8    'HaMdiY' February 26, 2007 at 2:13 am

    Cin, *a, bukan ta, :D*, semua orang memiliki takdir yang berbeda2.. Bukan berarti orang kaya atau ga cacat lebih baik dari mereka yang miskin dan cacat.

    Um, pernah ngeliat orang yang cacat atau orang miskin yang bahagia?

    Semua orang bisa bahagia, Cid, apa pun keadaannya. Semuanya tergantung orang itu, apakah dia bisa bersyukur kepada Tuhan atau ngga.

    Tuhan ga memberikan cobaan kepada hamba-Nya lebih daripada yang disanggupinya kok. Dan Tuhan punya rencana dari segala hal yang diciptakanNya.

    Anyway, here’s my short illustration about how wise God is.

  9. 9    Titiw March 9, 2007 at 7:53 am

    Bagus bgt ya di.. aku beberapa saat lalu ditinggalin tiba2 sama orang yang aku sayaaannnggg banget.. aku ga ngerti kenapa. Apakah aku yang ga bisa maintain dia? apakah dia yg udah bosen sama aku? cuma aku sempet ngerasa “Kok tuhan gitu sih?” kalo pisah sama dia rasa sakitnya begini amat, kenapa kita harus ketemu? tapi aku inget sebuat line film:
    “Gw takut terbang tinggi.. entar jatohnya sakit..”
    “Tapi kalo lo gak terbang tinggi.. ntar lo ga bisa liat yang indah2..”
    Tuhan pasti ada maksud dari itu semua. Aku tapi agak bingung juga sama peran yg di atas. Bisa ya dia segitu “nrimo”nya..
    Perbedaan suka, sayang, cinta versi nyampah dari titiw:
    Suka: kalo kamu disakitin orang yang kamu suka.. kamu marah..
    Sayang: kalo kamu disakitin sama orang yg kamu sayang.. kamu nangis..
    Cinta: Kalo kamu disakitin sama orang yg kamu cinta.. kamu akan ngerasa “nerima”
    Huahaha.. nyampah sih..
    Tapi yaa.. in the end.. eveything’s gonna be ok.. and if it’s not ok.. it’s not the end..
    Nice blog indeed dear.. ^_^

  10. 10    'croti' March 30, 2007 at 10:54 am

    gue ngerti kenapa lo nyuruh gue baca ini,,,well, melihat cara berpikir lo,,kadang menguatkan gue,,tapi untuk kasus gue,,kalo gue ga bisa memiliki, gue lebih memilih untuk tidak mencintai orang itu,,stagnan aja la,,(maksimal sayang aj!)hehehe,itu bagi gue loh,,yah apalagi dalam kasus gue,,”that person”, toh ga pantas juga kan tuk dicintai?

  11. 11    'HaMdiY' March 31, 2007 at 9:07 pm

    Hahah, gwe ga nyuruh lo baca ini buat kasus lo, kan lo yang nanya ke gwe how I felt. Yah, begini lah.

    DAn, yaah, ini emang khusus untuk kasus orang2 yang worth it to be loved, and YES, dalam kasus lo, he’s SO not worth it, babe. :D

Leave a Reply




Flash News

Hamdiy is currently listening to :
Ingrid Michaelson - The Way I Am
Depapepe - Ii Hi Datta Ne