Archive for February, 2007

28
Feb

.. Tuhan Sembilan Senti ..

Found it just now, and think it’s worth to share.

Kampanye.. kampanye.. kampanye.. :D

Tuhan Sembilan Senti
Oleh Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

27
Feb

Teka-Teki

Assalamu’alaikum wr wb

Heeiii.. Iseng doang nih, mau bagi2 website keren.. Um, tapi cuma dikhususkan buat orang2 yang suka teka-teki dan ga ada kerjaan aja, coz klo lo ga suka teka-teki, lo ga bakalan suka dengan website ini, tapi kalo pun lo suka teka-teki tapi banyak kerjaan, jangan juga, coz website ini bisa buat lo ketagihan, hehe..

So, website ini disarankan untuk orang-orang yang menyukai teka-teki, ga ada kerjaan, dan klo bisa sih punya akses internet tetap, coz klo lo ngerjain teka-tekinya di warnet, rugi bow, hehehe..

So, here goes :

http://www.tktq.net

Gwe udah tau website itu dari awal sebenernya, cuma waktu itu ga bisa2 gwe buka, mungkin karena banyak banget yang akses kali ya, jadi rush gitu, jadi sempet gwe cuekin tuh. Baru mulai maen sekitar 3 hari lalu, dan sekarang masih di level 34 *ketika gwe nulis ini*

Klo misalnya ada yang ikutan, dan lo kekurangan clue, boleh YM-in gwe, huhuhu.. *gaya banget* Yaa, asal levelnya udah gwe lewatin sih gwe bisa ngasih clue yang mendukung.. TAPI gwe ga akan men-share jawaban, okay? :D

Yasuw, that’s all I think. Have fun, everyone! :D

19
Feb

Simple Lie - a Novel

http://www.gagasmedia.net/images/stories/simple.gif

a story about a girl who had a perfect life..

Cantik, pintar, aktivis, popular, almost perfect di semua bidang, akademis maupun non-akademis. Digilai para cowok dan (diam-diam) dikagumi para cewek. Dan yang makin membuat dia dikagumi adalah karena sikapnya yang low profile, ramah ke semua orang, dan very down to earth.

a perfect mate..

“Happy First Anniversary, Re…,” ujar Fedi pelan.
Rere terdiam sesaat. Speechless. Nggak bisa berkata apa-apa. Ia lalu menatap Fedi dengan mata yang berkaca-kaca. How can she forget this day? Fedi ingat.
Bahkan melakukan ini semua untuk Rere.

til another unperfect one came into her life..

“Emang nggak bisa ganti ban sendiri ya?”
“Ya nggak bisa laaaah…. Gue cuma bisa makenya doang. Urusan bener-benerin mah payah, huehehe….”
“Girls….” Ilham menatap Rere dengan pandangan mencela yang menyebalkan, “Trus apa yang akan lo lakukan seandainya gue nggak muncul dan menyelamatkan lo seperti pangeran di dongeng-dongeng?”

and changed her perfect life..

“Gue nggak tau sampai kapan, Re,” jawabnya jujur.
“Tapi, kalau sampai titik di mana gue ngerasa bahwa batas waktu itu akan datang dan lo belum juga bisa memutuskan…”
Rere mengangkat wajahnya balas menatap Ilham yang sedang berbicara.
“… biar gue sendiri yang menentukan pilihan, Re….”

then everything is not as it seems.

a novel about love:

find a desired one…
without any doubt.

——

Nih Naa..
Gwe baik banget kan mempromosikan buku lo di blog gwe.. :D *jangan lupa bagian
royalti gwe yep, Na!*

Sama jangan lupa juga buku gratisan buat gwe, dua. Inget, Na, spesial buat gwe, DUA.
huhuhu..

Sukses ya, Neng, dengan buku pertama lo. Semoga bakalan ada buku2 kedua, ketiga, keempat, and so on, and so forth..

Um, gwe doain deh buku pertama lo ini bisa jadi best-seller. Jangan lupain gwe klo udah tajir yep.. *itu juga klo lo tajir duluan daripada gwe, hehe..*

14
Feb

:: Love isn’t about Status ::

“So, dia udah jadian?”

*nodded* “Eh, Ta, abis ini ganti lagunya ya? Udah mulai bosen nih Numata mulu.”

“Terus?”

“Ya ganti lagu lah. Um, si Chicago aja.”

“Yee.. jangan sok lugu deh. Terus jadinya lo gimana?”

“Hah? Apaan sih? Ga ngerti, Ta. Gwe jadinya gimana apaan?”

Bantal mendarat di muka gwe.

“Iiihh.. ya terus gimana jadinya?”

“Ya ga gimana-gimana. Emang gwe harus gimana?”

“Ya gimana kek, sedih kek, kecewa kek, nangis kek, hehe..”

“Idih banget. Why should I?”

“Coz it’s normal. When the one that you love choose another guy, it’s kinda hurt, Ndi.”

“Nope for me. I’m not most of guys, remember?”

“Yeah, I know. But, still.. didn’t you feel sad at all? A little, maybe?”

“Nope. Why would I? Instead, I feel happy for her.”

“Ndiy, seriously. It’s me that you’re talking to. Just be honest with me, okay?”

“I am. I really am, both serious and honest.”

“…”

“Okay, it surprised me a little at first, but that’s just becoz she’s never told me about this guy, okay? but a second later, I feel happy for her; for her finding her source ofhappiness again, someone who will be her sunshine.”

“You’re crazy! How possible could you be happy when you’re supposed to be broken hearted?”

“Ha-ha.. You’re so funny, Ta. How about looking this way : How possible could you are NOT happy seeing the one that you love happy?

“…”

“…”

“Yeeaah, okaay. But, how about you?”

”What’s about me?”

“Your feeling?”

“My feeling? What’s with it?”

“Yaah, as I said before, didn’t you feel hurt? A bit ache?”

“Heeii.. You did knew me, I thought. Ta, still remember my way of loving? Love isn’t about status, dear. When you love someone, just love them freely. No compulsion, no pretension to be loved back in return, just set them free. All you have to do is just whatever it takes to makes them happy. And that means, even if you’re not the part of it, their happiness, I mean.

“Tapi, Ndii, no one could really loving someone like that. Bohong klo lo bisa ga

mengharapkan dia sama sekali.”

“Correct. Iya, tentu aja gwe mengharapkan dia, tapi gwe ga BERHARAP ke dia. Gwe ga pernah berharap ke orang, that’s why gwe selalu bisa menerima segala kelakuan orang2. Got it?”

“…”

“Yeah, I don’t expect you to understand siy, susah emang, hehe.. Udah ah, ngapain sih masih tetep dibahas aja.. No worries, babe. I’m fine, thanx for worrying me.”

“Yee, GR aja situ. Sapa yang mengkhawatirkan lo? Hueks.”

“Hahah, keep on denying just will makes you looked weak, girl.”

“Hah, look who’s talking. Sapa coba yang daritadi men-deny?”

“Who? Not me.

*sharp-staring*

“Hahah.. Yah, terserah lo deh, Ta, gwe juga ga nyuruh lo buat percaya kok, wee..”

“…”

“…”

“So, how’s your feeling now? I mean, for her?”

“Yee.. lanjut dibahas lagi.. Ga kapok2 lo, Ta.”

“Ngga, gwe cuma penasaran, how could you handled things so easily?”

“Yaah.. Begitu lah.”

*looks confused*

“God grant me the serenity to accept the things I cannot change, courage to change the things I can, and wisdom to know the difference.”

“…”

“…”

“So, how’s your feeling for her right now?”

“Tet-tot!! Silahkan bung Zulham.. ‘Mengulang pertanyaan yang sama’.”

Kembali bantal mendarat di muka gwe.

“Duh, sadis lo, Ta. Tega. Ga tau apa bantal lo itu ga empuk. Sakit tauu..”

“Biarin, rumah gwe ini. Lagian lo juga sih, rese banget. Bercanda mulu, udah tau gwe lagi nanya serius.”

“Huu.. iya deehh. Um, still the same as before, I guess. You can’t change your feeling just overnight, can you?”

“So?”

“What ‘so’? That’s just it.”

“That doesn’t explain anything, Ndi. How’d you deal with that?”

“Just live with it lah. Toh, klo gwe pengen ngubah perasaan gwe juga ga bisa kan? Masa iya tiba2 gwe bisa jadi ga suka sama dia. Lo aneh2 aja deh..”

“Lalu, dia?”

“Ya apalagi dia. You can’t change people, you know that, don’t you? Apa pun yang lo lakukan, sekeras apa pun lo berusaha mengubahdia, klo dianya emang ga mau berubah, ya ga akan berubah. Eh, jadi ga nyambung ya? hehe..”

“…”

“Yaaahh.. I’m just saying that it’s not a big deal. It happened, okay? And I cant change it. So, all I gotta do is just deal with it, get used to it. Its just that simple.”

“Gwe ga ngerti ma lo, Ndi.”

“Duh, gwe jadi kecewa nih. You still didn’t got me ternyata, hehe.”

“Gwe tau elo Ndi, cuma gwe ga ngerti. How could you do that?”

“Ya ga gimana2. That’s the way it is. It just means that she’s not meant for me. If we’re meant to be together, things will have a way to working outkok. Klo ngga, yaa, ntar juga I’ll find another love, the love that were meant for me, I knew it somehow. So why worry about it? Its just a matter of time, babe, coz in the end, time will tell everything.”

*give her a big smile*

“Besides, it’s not that bad kok. Its not like she’s leaving me, we’re still friends kok. We’re good. Nothing changed, except a part that she’s having a boyfriend now.” *grin*

“You’re crazy!”

“Hei, just becoz I’m not like any other normal people, doesn’t mean I’m crazy, dear..”

“Don’t you realize by it you admit that you’re not normal?”

“Oh, I didn’t realized that. But, it’s OK for me. “Well, I’m not supposed to be normal. I’m supposed to be me.” *smile*

“…”

“…”

06
Feb

.. Teruntuk Nona Malaikat ..

Kamu adalah malaikat.

Malaikat yang turun ke bumi dengan segala kesederhanaannya.

Kamu merengkuhku dari keterpurukanku,

kamu mengulurkan tanganmu tanpa berkata apa-apa.

Tapi dibalik bisumu, aku tahu, kamu hadir untuk  menyelamatkanku.

Aku yakin, kamu punya sayap kecil yang tersembunyi dibalik punggungmu.

Karena aku yakin suatu saat aku akan terbang bersamamu.

Entah sekarang, besok, atau berapa tahun lagi.

Aku tahu kamu lelah.

Aku tahu kamu ingin kembali ke langitmu yang luas.

Aku belum siap ikut bersamamu.

Aku harus menyelesaikan hariku terlebih dahulu di bumi.

Entah, kapan.

Tapi, walau kamu bukan untukku saat ini,

aku yakin bahwa sayapmu yang tak terlihat akan selalu
merengkuhku.

Karena kamu malaikatku, yang kini bukan milikku.

*Sept, 10th 2k6.
23:33*

:: NdiY ::

06
Feb

Another about life..


"Hidup bukan melulu tentang kenyamanan.

Saatnya untuk membiarkan lukamu tersiram sedikit garam."


I found that quote just now. Weew, bener banget. Saat ini, kayanya hampir semua orang berpikir bagaimana caranya untuk mencapai kenyamanan dalam hidup, am i rite? :)


Ya iya lah, semua orang juga mau hidup yang nyaman, menyenangkan, bebas dari masalah. Padahal, klo lo bisa mencapai tahapan hidup itu, toh tetep akan ada masalah yang timbul.


Ga percaya?


Ya iya lah, makanya itu perlunya sekali2 membiarkan luka lo disiram sedikit garam. Supaya lain kali inget, jangan membuat diri sendiri terluka. Minimal, klo emang harus terluka, bukan dengan cara yang sama. :)


Lagian juga, sometimes, emang kenyamanan justru bikin hidup jadi ‘nggak hidup’, ya kan? Karena dalam kondisi nyaman, lo akan berada dalam ‘comfort zone’, dan tanpa lo sadari, lo akan stuck disitu.


Pernah baca buku Who Moved My Cheese karangan Spencer Johnson? Klo mau baca tentang comfort zone dan courages to change, baca aja buku itu.

Eh, jadi ga nyambung.


Um, anyway, what I’m trying to say is that just : Life’s not always turns out the way we want to.

But, as said in one of my life’s philosophy, ‘NdiY Rules! no.1 : "Life is not complicated, it is just not as that simple."


Menurut
gwe, sebetulnya semua dalam hidup ini ngga sesulit itu, tetapi juga ngga semudah
itu. Ada Tuhan yang mengatur kehidupan ini, ga mungkin kita ga bisa menyelesaikan masalah yang kita hadapi, coz Tuhan ga pernah menciptakan suatu masalah, melainkan sekaligus menciptakan ‘jalan keluar’ dari masalah itu. :)


All we have to do is just live our life.


About past, do not looked back and regret things that already happened. I’m not saying that you can’t looked back to the past, you should of course. But not to wondering and keep asking "what if" or "if only", just simply deal with it, learned your lesson, and move on with your life.


And about future, stop worrying about it, do not be afraid of what will happen in the future. Jangan pernah mengkhawatirkan sesuatu yang belom pasti terjadi [risk, i mean], coz like I always say, "everything we do in life has [a] risk[s]." Just do things that your heart feels right. Kekhawatiran yang ga beralasan itu cuma akan menghambat lo, toh yang namanya resiko itu kan HANYA mungkin terjadi, bukan PASTI terjadi, jadi ada kemungkinan juga ngga terjadi, ya kan?


"Maybe the past is like an anchor holding us back.
Maybe, you have to let go of who you were
to become who you will be." -from Carrie in "Sex and the City"


P.S. : Hei, Vit, finally I decided what’s my #1 ‘NdiY Rules. :D




Flash News

Hamdiy is currently listening to :
Ingrid Michaelson - The Way I Am
Depapepe - Ii Hi Datta Ne