Assalamu’alaikum wr wb
Waaah, ternyata menulis posting ini membutuhkan waktu lebih lama dari yang gwe perkirakan, hehe.. jadi maap deh agak2 telat [I dunno to whom I apologize actually, huhu].
*Sebenernya, emang karena dasar males aja sih menyusun kata-katanya, hehe. Jadi lama deh.*
Kemaren dulu kan udah gwe bilang tuh, klo gwe mau nulis tentang How to Deal : Guidance thru Life. Naah, ini baru jadi rough draftnya.
Here goes..
Lesson I : Life is a matter of P R E F E R E N C E .
If y’all don’t realized yet, segala sesuatu dalam hidup ini ada kadarnya. Segala rasa yang kita rasain, entah itu rasa sayang, rasa senang, rasa marah, juga rasa sedih dan rasa marah. Dan kadar itu, membentuk preferences kita.
Kita lebih menyukai “A” dibandingkan “B”, dan lebih tidak menyukai “X” daripada “Z”.
Ga ada sesuatu apa pun itu yang bersifat absolut, selalu aja ada kadarnya. Dan, seperti the old saying goes, “people’s change”, jadi kadar itu ga selalu sama, bisa aja naik atau turun, ga pasti. Itu lah, yang nantinya menyebabkan masalah, yaitu perubahan preferences seseorang.
Lesson II : Life is a matter of C H O I C E .
Nah, berangkat dari preferences tadi itu, muncul lah pilihan. Dan dalam hidup itu, kita harus selalu memilih, apa pun yang akan kita lakukan, itu adalah pilihan kita.
Dan, sekali lagi, klo lo ga sadar, segala sesuatu dalam hidup ini selalu ada pilihan yang lain, NGGA MUNGKIN ngga. Jadi, jangan percaya klo orang bilang, “gwe melakukan itu karena ga ada pilihan lain..” coz itu ga mungkin.
Apa contohnya?
Lo melakukan hal yang ga sesuai nurani lo karena dipaksa bos? Lo terpaksa melakukannya karena ga ada pilihan lain? Bukannya ada pilihan lain? Untuk tidak melakukannya? Yaah, walaupun lo dipecat karena melakukan itu, tetep ada pilihan lain kan dari hal itu?
Bahkan untuk hidup sendiri itu adalah pilihan, coz ada pilihan lain, yaitu untuk tidak hidup, atau mati. See? Selalu ada pilihan dalam hidup ini. ^_^
Lesson III : Life is a matter of M A K I N G D E C I S I O N .
Naah, dari pilihan tadi, yang perlu kita lakukan adalah membuat pilihan. Membuat keputusan.
Dan dari semua keputusan yang kita buat itu ada resikonya. Sekali lagi, kembali ke kadar. Ada resiko yang besar dan resiko yang kecil. Resiko ini nih, yang ditakutin oleh orang2. Makanya mereka suka ga berani membuat keputusan. Padahal, resiko itu
kan pasti ada, dan akan selalu ada, even di saat lo memutuskan untuk tidak memutuskan [tidak membuat keputusan maksudnya].
Misalnya lo memilih untuk tidak memilih. Kaya misalnya “golput” klo lagi pemilu. Gwe ga ngerti deh sama mereka, sebagian mereka menjadi golput atau “memilih untuk tidak memilih” dengan alasan takut memilih yang salah, takut merasa berdosa klo ternyata pilihannya salah. Berarti dia mempercayakan pilihannya kepada orang lain? Ew!
Gwe sih ga pernah mau memilih sesuatu dipilihin orang [kecuali kado, hehe].
Klo kata ‘NdiY Rules! No. 737 :
You miss 100% of the shots you don’t take.
Kecenderungan orang, adalah play safe, memilih resiko yang minimal. Resiko itu bukanlah sesuatu yang harus kita takutin kok, coz klo kata ‘NdiY Rules! No.73 :
Every thing we do in life have [a] risk[s], but risks must be taken, for the greatest hazard in life is risking nothing.
Jadi, ga usah takut untuk membuat keputusan. Hidup itu cuma sekali, live your life well, jangan terlalu takut dalam melakukan sesuatu, apalagi takut dengan hal-hal yang belom pasti terjadi [ya kaya si resiko itu, kan belom pasti terjadi kan?]
H O W T O D E A L :
Naah, dari teori hidup diatas, terus di bab selanjutnya gwe akan nulis about how to deal.
Guidance umum untuk semua masalah :
Ketika lo menemukan diri lo berada dalam sebuah masalah, hal pertama yang harus lo lakukan adalah jangan menambah masalah. Maksudnya, yaa don’t sweat the small things, jangan membesar2kan masalah lo itu.
Klo kata ‘NdiY Rules! No.137 :
If you find yourself in a hole, the first thing to do is stop digging.
Coz if you keep digging, lo justru malah akan menjerumuskan diri lo sendiri lebih dalam.
Lalu, klo kata ‘NdiY Rules! No.317 :
You don’t drown by falling in water, you drown by staying there.
Begitu lah kira-kira. Jadi, ketika lo menemukan diri lo dalam masalah, fokuskan pikiran dan diri lo BUKAN ke masalah lo itu, melainkan fokus ke pemecahan masalah/jalan keluar dari masalah lo itu.
Ga mungkin kok ada masalah yang ga ada jalan keluarnya, bahkan, ga mungkin cuma satu jalan keluarnya. Coz Tuhan ga pernah menciptakan suatu masalah tanpa menciptakan pilihan jalan keluarnya.
Jadi, berkonsentrasi lah ke pilihan2 jalan keluar dari masalah lo itu. Pikirin dengan baik, setiap kemungkinan dan konsekuensinya.
Boleh lo berpikir dan berusaha sendiri, boleh minta pendapat temen lo atau orang lain, sapa aja yang lo percaya bisa dan mau nolongin lo.
Tapiii, jangan minta pendapat orang klo lo cuma mau nyari pembenaran aja, coz its kinda annoying.
Misalnya gini, lo lagi dalam masalah nih, dan lo sebenernya udah punya pilihan/prefer jalan keluarnya, terus lo nanya orang lain, minta pendapat sebaiknya apa yang harus lo lakukan, tapi sebenernya lo cuma pengen nyari pembenaran atas pilihan lo itu. Klo ntar misalnya orang yang lo tanya ga memberi saran sesuai yang lo mau, lo malah akan protes dan mengarahkan dia ke pilihan lo.
Dont do that. Dont EVER do that.
Klo emang lo udah memilih atau berkecenderungan ke pilihan lo itu, ya udah. Lakukan lah klo emang lo percaya itu pilihan sesuai dengan yang lo mau. Tapi, klo lo masih ragu-ragu dan minta advice ke orang lain, yaa, jangan protes lah klo pilihannya ga sama sama lo, lo jadiin sebagai tambahan bahan pertimbangan lo aja, apakah orang lain itu bener apa ngga. Everybody has different perspectives, rite?
Dan klo lo nyari pendapat objektif, you’ll never find it. Biar pun lo nanya orang yang ga terlibat dalam masalah itu, ga ada orang yang bakal bisa ngasih pendapat objektif. Jadi, dalam setiap keputusan yang kita ambil, pasti selalu ada unsur subjektifnya. Gpp kok emang subjektif.
Terakhir, jangan pernah mengambil keputusan atas saran orang lain. Be on your own. Boleh nanya dan minta advice dari orang2, boleh juga sebagai bahan pertimbangan, tapi, dalam keputusan akhir, lo sendiri yang harus menentukan. Coz that’s your life, dear, lo yang akan menjalani setiap keputusan lo itu, so, you’d better be on your own. Coz lo ga mau kan ntar menyesal karena salah mengambil keputusan yang disarankan orang lain? =)
Seperti kata2 andalan gwe kalo abis ngasih saran ke orang lain, “I can only show you the door. You’re the one who has to walk through it.”
Keren ya?
*Narsis Mode : ON*
Oya, tambahan satu lagi, klo kata Dr. Seuss :
“You have brains in your head. You have feet in your shoes. You can steer youself any direction you choose. You’re on your own. And you know what you know. And YOU are the one who’ll decide where to go..”
Yaa, begitu lah gambaran guidance umumnya. Ntar abis ini, pake contoh2 kasus gitu deh. Ada yang mau menyumbang cerita? Nanya sesuatu gituw ke gwe, kira2 masalah yang sering
terjadi di seputar kehidupan sehari-hari? Yaah, mostly cinta gapapa. Ntar gwe jawab-in, hehehe. Kaya model bukunya Liz&Greg yang I’m Just Not That Into You itu lhoo..
Pfiuh, akhirnya gwe menyelesaikan tulisan gwe ini, hehehe. Udah utang berapa lama tuh gwe? Tuuh Saaan, udah kan? Gwe mah tukang tipu yang menepati tipuan gwe, huahuahua.. Btw,
kemane aje lo ga pernah OL lagi? *lah, jadi ngobrol, hehe*
Yasuw lah, sebelum udahan, gwe mau menyapa Erlina, my little sistah [not a real one =)] dulu aah, gantian, abisan gwe selalu disapa di blog-nya, hehehe.. Haaiii eR, long time no PM-an nih kita, long time no see juga.. =) Goodluck on everything yap, take a good care of yourself, sist.
“Do what you feel in your heart to be right- for you’ll be criticized anyway. You’ll be damned if you do, and damned if you don’t”- Eleanor Roosevelt
What did they say?